Tag: #kutaibarat

  • Semarak HUT ke-81 TNI: Kodim 0912/Kubar Gelar Lomba Menyumpit, Lestarikan Olahraga Tradisional Dayak

    Semarak HUT ke-81 TNI: Kodim 0912/Kubar Gelar Lomba Menyumpit, Lestarikan Olahraga Tradisional Dayak

    KUTAI BARAT, JURNALIKN.COM – Suasana di Makodim 0912/Kutai Barat tampak meriah pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0912/Kutai Barat menggelar Lomba Menyumpit yang dipusatkan di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.

    Ajang olahraga tradisional khas masyarakat Dayak yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta melestarikan warisan budaya lokal.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Barat Eric Victory, S.Sos., M.Si., Dandim 0912/Kutai Barat Letkol Inf. Doni Fransisco, S.Sos., M.Han., Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., Kabag Ops Polres Kutai Barat Kompol Hartono, S.H., serta jajaran Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

    Dalam sambutannya, Sekda Kutai Barat Eric Victory menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kodim 0912/Kubar yang mengintegrasikan perayaan kebangsaan dengan seni budaya daerah. Menurutnya, tradisi menyumpit sarat akan nilai sejarah yang melatih ketepatan, konsentrasi, ketangkasan, dan kesabaran.

    “Kegiatan budaya seperti lomba menyumpit ini merupakan langkah konkrit untuk mempromosikan dan menjaga warisan leluhur kita, terutama agar generasi muda tidak kehilangan identitas budayanya,” ujar Eric Victory.

    Ia menambahkan, momentum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat sekaligus memperkokoh kebersamaan antara TNI dan rakyat.Sementara itu, Dandim 0912/Kutai Barat Letkol Inf. Doni Fransisco menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan prajurit dengan masyarakat setempat.

    Pemilihan lomba menyumpit bukan tanpa alasan. Menurut Letkol Doni, sumpit merupakan identitas kebudayaan Dayak yang memiliki nilai histori tinggi dan patut terus dihidupkan di tengah arus modernisasi.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi aktif dalam merawat, melestarikan, dan mengenalkan budaya lokal kepada generasi penerus. Selain melestarikan tradisi, ajang ini juga memupuk jiwa sportivitas, disiplin, dan rasa persaudaraan di antara para peserta,” tegas Dandim.

    Perlombaan berlangsung antusias dengan partisipasi peserta yang mengikuti setiap babak sesuai dengan aturan panitia. Hingga acara usai, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

    Reporter: Sukawati S

    Editor: Johansyah

  • Api Meluas Akibat Angin Kencang, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 25 Hektare di Pepas Eheng

    Api Meluas Akibat Angin Kencang, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 25 Hektare di Pepas Eheng

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM– Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan secara terpadu di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Personel Polsek Barong Tongkok bersama BPBD Kabupaten Kutai Barat, Manggala Agni, pemerintah Kampung Pepas Eheng dan masyarakat bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di RT 01 Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (29/8/2026).

    Kebakaran tersebut diketahui menghanguskan lahan seluas kurang lebih 25 hektare yang merupakan kawasan eks PT Perusahaan Inti Sendawar (PIS), terdiri dari area perkebunan kelapa sawit dan semak belukar.

    Personel gabungan mulai melakukan pengecekan lokasi sejak pukul 09.00 WITA. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WITA, petugas masih menemukan dua titik api yang terus merambat akibat kondisi lahan yang kering serta tiupan angin yang cukup kencang.

    Melihat kondisi tersebut, personel Polsek Barong Tongkok bersama Petinggi Kampung Pepas Eheng segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kutai Barat untuk meminta bantuan tambahan armada pemadam.

    Sekitar pukul 11.00 WITA, lima unit kendaraan pemadam kebakaran milik BPBD Kutai Barat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama personel kepolisian, Manggala Agni, aparat kampung serta masyarakat.

    Dalam penanganan Karhutla tersebut, tim gabungan juga mendapat dukungan satu unit kendaraan pemadam Manggala Agni, dua unit kendaraan roda dua Manggala Agni, serta satu unit mobil pikap milik masyarakat yang digunakan untuk membawa tandon air.

    Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

    Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 15.45 WITA. BPBD Kabupaten Kutai Barat memastikan seluruh titik api yang ditemukan di lokasi telah berhasil dipadamkan.

    Kapolsek Barong Tongkok menyampaikan bahwa kondisi cuaca panas, lahan yang mengering serta tiupan angin menjadi faktor yang membuat api mudah merambat. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla.

    “Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengapresiasi respons cepat BPBD, Manggala Agni, pemerintah kampung dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan,” ujarnya.

    Ia menegaskan, pihak kepolisian bersama pemerintah kampung dan instansi terkait akan terus meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

    “Kami akan terus melakukan monitoring terhadap lokasi-lokasi rawan Karhutla serta mengaktifkan jaringan informasi masyarakat. Apabila ditemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas,” tegasnya.

    Selain melakukan pemantauan, Polsek Barong Tongkok juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

    “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi kemarau seperti saat ini membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar Karhutla tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

    Polsek Barong Tongkok bersama pemerintah Kampung Pepas Eheng dan BPBD Kabupaten Kutai Barat akan terus melakukan pengawasan di lokasi kebakaran untuk memastikan tidak muncul kembali titik api maupun kebakaran susulan.

    Reporter: Sukawati

    Editor: Johansyah

  • Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kampung Eheng, Kapolres Kutai Barat Pimpin Langsung

    Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kampung Eheng, Kapolres Kutai Barat Pimpin Langsung

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM – Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., turun langsung memimpin tim gabungan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kampung Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (28/8/2026) malam.

    Kebakaran yang diperkirakan melanda area seluas kurang lebih 100 hektare tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi meluas ke kawasan sekitarnya. Meski lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga, personel gabungan tetap dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke area lain.

    Tim Satgas Karhutla yang terlibat dalam penanganan tersebut terdiri dari personel Polres Kutai Barat, Brimob Polda Kalimantan Timur, TNI, BPBD, serta unsur terkait lainnya.

    Kegiatan pemadaman dimulai sekitar pukul 20.00 Wita dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan.
    Dari unsur Brimob Polda Kaltim, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor yang diterjunkan dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Ipda Abdullah Hadi bersama Briptu Syarwani, Bripda Naufal, Bharatu Bram, Bharada Riski dan Bripda Nalaw.

    Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 100 hektare. Material yang terbakar berupa vegetasi hutan di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

    Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh pihak. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

    “Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh unsur, baik Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah maupun masyarakat. Saat ini personel gabungan terus bekerja di lapangan untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujar AKBP Haris Kurniawan.

    Ia menegaskan, kondisi cuaca dan musim kemarau menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, langkah pencegahan harus terus dilakukan secara bersama-sama.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api yang muncul dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering. Apabila masyarakat menemukan titik api atau indikasi Karhutla, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

    Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga melaksanakan pemantauan terhadap sejumlah titik rawan guna mengantisipasi munculnya kembali bara api maupun kemungkinan meluasnya kebakaran.

    Lokasi kebakaran yang berada cukup jauh dari permukiman warga tidak mengurangi kewaspadaan tim di lapangan. Upaya pengendalian terus dilakukan untuk memastikan api dapat ditangani dan tidak mengancam kawasan lain di sekitarnya.

    Polres Kutai Barat bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla, baik melalui langkah pemadaman maupun pencegahan di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

    Kegiatan pemadaman berlangsung dengan situasi secara umum tetap terkendali dan aman. Tim gabungan selanjutnya terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul.

    Reporter: Sukawati

    Editor: Johansyah

  • Doakan Hujan Segera Turun, Polres Kutai Barat Gelar Shalat Istisqa

    Doakan Hujan Segera Turun, Polres Kutai Barat Gelar Shalat Istisqa

    KUTAI BARAT JURNAL IKN.COM – Di tengah kondisi kemarau dan minimnya curah hujan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Kutai Barat menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

    Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 07.00 Wita di halaman Mako Polres Kutai Barat. Shalat Istisqa diikuti Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., para pejabat utama Polres Kutai Barat, personel kepolisian, serta masyarakat sekitar.

    Turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kutai Barat Drs. H. Rahmat, M.Si., para imam dan tokoh agama. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 personel Polres Kutai Barat dan 30 jemaah dari masyarakat sekitar Mako Polres.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Istisqa, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Ustadz Muhammad Arsyad serta ramah tamah.

    Dalam ceramahnya, Ustaz Muhammad Arsyad mengingatkan bahwa Shalat Istisqa tidak semata-mata menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, bertaubat, bersedekah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

    “Semoga melalui Shalat Istisqa dan doa yang kita panjatkan bersama, Allah SWT mengabulkan permohonan kita, memberikan hujan yang cukup dan penuh keberkahan, serta memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pesannya.

    Sementara itu, Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari mengatakan, pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau serta minimnya curah hujan yang berdampak terhadap meningkatnya potensi Karhutla.

    Menurutnya, kondisi kemarau juga turut memicu munculnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Karena itu, selain berdoa, masyarakat diharapkan tetap berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.

    “Melalui kegiatan ini, kita berharap hujan segera turun membawa keberkahan, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla,” ujarnya.

    Wakapolres juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian Karhutla di lingkungan sekitar.

    Kegiatan Shalat Istisqa dan doa bersama berakhir sekitar pukul 07.45 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan khidmat.

    Reporter: Sukawati

    Editor: Johansyah

  • Perkuat Penanganan Karhutla, Polres Kutai Barat Terima 30 Personel BKO Polda Kaltim

    Perkuat Penanganan Karhutla, Polres Kutai Barat Terima 30 Personel BKO Polda Kaltim

    KUTAI BARAT JURNAL IKN.COM — Upaya memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Barat terus dilakukan. Polres Kutai Barat mendapat tambahan 30 personel BKO dari Polda Kalimantan Timur yang akan diterjunkan untuk mempercepat respons terhadap kejadian Karhutla di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.

    Apel penerimaan personel BKO tersebut digelar di halaman lobi Mako Polres Kutai Barat, Kamis (27/8/2026).

    Sebanyak 30 personel tersebut terdiri dari personel Brimob Polda Kaltim, Sat Samapta Polda Kaltim, serta Sat Polairud Direktorat Polairud Polda Kaltim. Mereka merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang diperbantukan untuk memperkuat jajaran Polres Kutai Barat dalam menghadapi potensi Karhutla.

    Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Kaltim melalui penambahan personel tersebut.

    “Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan rekan-rekan personel BKO Polda Kaltim. Kehadiran personel ini menjadi dukungan penting bagi jajaran di lapangan dalam membantu penanganan Karhutla,” ujar Haris.

    Ia menjelaskan, 30 personel BKO tersebut nantinya dibagi dan ditempatkan di dua lokasi, yakni di Polres Kutai Barat dan Mako Brimob Yon B Kompi B Kutai Barat.

    Penempatan tersebut diharapkan dapat memperkuat mobilitas personel sekaligus mempercepat pengerahan kekuatan ketika terjadi kebakaran di wilayah yang membutuhkan penanganan segera.

    “Kehadiran personel BKO ini akan memperkuat anggota Polres Kutai Barat dalam melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan tambahan kekuatan,” jelasnya.

    Menurutnya, kecepatan dalam merespons laporan maupun temuan titik api menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah Karhutla meluas. Karena itu, tambahan personel diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan di lapangan.

     

    Dengan tambahan 30 personel tersebut, Polres Kutai Barat berharap respons dan mobilitas tim semakin cepat sehingga titik api dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar, termasuk kabut asap.

    Dalam penanganan Karhutla, Polres Kutai Barat juga terus membangun sinergi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, aparat kampung, serta masyarakat.

    Sinergi tersebut dilakukan melalui kegiatan patroli, pemantauan wilayah rawan, penanganan dan pemadaman kebakaran, hingga sosialisasi serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

    Kapolres menegaskan, keberadaan personel BKO bukan sekadar menambah jumlah kekuatan, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kecepatan respons dan efektivitas penanganan Karhutla.

    “Kami berharap selama pelaksanaan tugas dapat terjalin koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik demi optimalnya penanganan Karhutla di wilayah hukum Polres Kutai Barat,” pungkasnya.

    Reporter: Sukawati.
    Editor: Johan Syah.

  • Perkuat Pelayanan Publik, Polres Kutai Barat Resmikan Pos Unit Reaksi Cepat

    Perkuat Pelayanan Publik, Polres Kutai Barat Resmikan Pos Unit Reaksi Cepat

    KUTAI BARAT, JURNALIKN.COM – Kehadiran kepolisian yang cepat dan responsif menjadi salah satu kunci dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Untuk memperkuat pelayanan tersebut, Polres Kutai Barat resmi meresmikan Pos Unit Reaksi Cepat (URC) di kawasan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (27/8/2026).

    Pos URC ini diharapkan menjadi salah satu titik pelayanan kepolisian yang mampu mempercepat respons terhadap laporan masyarakat maupun berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan segera di lapangan. Keberadaannya sekaligus memperkuat sinergi antara personel kepolisian dengan pemerintah daerah dan unsur masyarakat.

    Peresmian yang berlangsung sekitar pukul 13.30 Wita tersebut dihadiri Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., para pejabat utama Polres Kutai Barat, Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat Yurang, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, unsur Dinas Perhubungan, Lurah Simpang Raya, Ketua RT, serta personel Unit Reaksi Cepat.

    Dalam sambutannya, Kasat Reskrim Polres Kutai Barat AKP Khairul Umam, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan pembentukan Tim dan Pos URC merupakan bagian dari upaya Polres Kutai Barat meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Tim URC berjumlah 12 personel dan dipimpin oleh Ipda I Gede Putu. Posko ini merupakan bangunan pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perhubungan,” jelasnya.

    Ia menjelaskan, Tim URC akan terintegrasi dengan layanan kepolisian 110 dan piket fungsi. Dengan pola tersebut, setiap laporan yang diterima dapat segera direspons dan dikoordinasikan dengan fungsi kepolisian terkait sesuai jenis kejadian dan kebutuhan penanganan.

    Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat Yurang mengapresiasi langkah Polres Kutai Barat menghadirkan Pos URC sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Menurutnya, keberadaan unit reaksi cepat sangat dibutuhkan mengingat luas wilayah Kabupaten Kutai Barat, kondisi geografis, serta jarak antardaerah yang menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan secara cepat.

    Yurang berharap URC dapat menjadi garda terdepan dalam merespons berbagai kejadian, mulai dari tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, kebakaran hutan dan lahan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga kondisi darurat lainnya.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kutai Barat.

    Sementara itu, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., menegaskan keberadaan Pos URC tidak boleh berhenti sebagai simbol pelayanan, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

    Kapolres meminta seluruh personel URC menjaga sikap, perilaku, serta profesionalisme ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Anggap masyarakat sebagai keluarga kita sendiri. Ketika mereka datang untuk menyampaikan permasalahan, layani dengan baik, dengarkan keluhannya, dan berikan solusi sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

    Menurut Kapolres, kecepatan respons harus menjadi ciri utama Unit Reaksi Cepat. Setiap laporan masyarakat harus diterima dan ditindaklanjuti dengan menentukan skala prioritas serta melibatkan fungsi kepolisian lainnya apabila diperlukan.

    Selain itu, Kapolres meminta agar keberadaan Pos URC disosialisasikan secara luas melalui pemerintah kelurahan, RT/RW, Bhabinkamtibmas, dan unsur terkait lainnya. Hal tersebut penting agar masyarakat mengetahui saluran pelayanan yang dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan bantuan kepolisian.

    “Jangan menunggu sampai terjadi tindak pidana atau masalah yang lebih besar. Setiap laporan masyarakat harus dilayani dengan baik. Kepercayaan masyarakat kepada Polri merupakan tanggung jawab yang harus kita jaga,” ujarnya.

    Rangkaian peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi beroperasinya Pos URC, dilanjutkan foto bersama, penutupan kegiatan, dan makan bersama.

    Pos URC Simpang Raya diharapkan mampu memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan respons cepat terhadap gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, kebakaran lahan, maupun berbagai kejadian darurat lainnya.

    Dengan terintegrasinya Pos URC dengan layanan Call Center 110 dan piket fungsi Polres Kutai Barat, pelayanan kepolisian diharapkan semakin cepat, tepat, profesional, dan humanis.

    Kegiatan peresmian berakhir sekitar pukul 14.40 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Polisi hadir, bergerak cepat, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    Reporter: Sukawati.

    Editor: Johansyah

  • Pengendara Yamaha MX King Kecelakaan Tunggal di Sendawar, Polisi Evakuasi Korban ke RSUD HIS

    Pengendara Yamaha MX King Kecelakaan Tunggal di Sendawar, Polisi Evakuasi Korban ke RSUD HIS

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM – Respons cepat ditunjukkan personel Polres Kutai Barat (Kubar) setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalur 2, Kampung Sendawar RT 03, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

    Laporan tersebut diterima Piket Pamapta I melalui Operator Call Center 110. Mendapat informasi itu, personel segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus melakukan penanganan awal.

    Sesampainya di lokasi, petugas mendapati seorang laki-laki tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi mengalami luka pada kaki kanan dan tangan kiri. Korban diketahui bernama Andi Saputra, yang sebelumnya mengendarai sepeda motor Yamaha MX King dari arah Barong Tongkok menuju Melak.

    Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan kecelakaan terjadi di jalan poros yang berada di Kampung Sendawar RT 03. Kondisi badan jalan saat kejadian beraspal baik dan memiliki tikungan ke kanan jika dilalui dari arah Barong Tongkok menuju Melak. Di sekitar lokasi juga tidak terdapat rambu pembatas jalan.

    Dugaan sementara, sepeda motor yang dikendarai korban mengalami oleng ketika melintasi tikungan hingga kehilangan kendali dan terjatuh. Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan membutuhkan pertolongan medis.

    Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD HIS untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut.

    Pamapta I Polres Kutai Barat IPDA Edi Yuswanto, S.H., mengatakan respons cepat personel dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian terhadap setiap laporan masyarakat, khususnya kejadian yang membutuhkan penanganan segera.

    “Begitu laporan diterima melalui Call Center 110, personel langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan penanganan awal. Korban kemudian kami evakuasi ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan medis,” ujar IPDA Edi Yuswanto.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintasi tikungan dan jalan dalam kondisi dini hari.

    “Kami mengimbau para pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum digunakan. Kehati-hatian sangat diperlukan, terlebih saat berkendara pada dini hari,” tambahnya.

    Dalam penanganan kecelakaan tersebut, personel yang diterjunkan terdiri dari Pamapta I Polres Kutai Barat IPDA Edi Yuswanto, S.H., dua personel Piket Patmor, serta empat personel Piket Lantas.

    Polres Kutai Barat menegaskan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif di lapangan.

    Berkat kesigapan personel, korban berhasil dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, situasi di sekitar lokasi kejadian setelah penanganan berlangsung aman dan kondusif.

    Reporter : Sukawati S

    Editor: Johansyah

  • Polres Kutai Barat Ajak Masyarakat Laksanakan Sholat Istisqa, Mohon Turunnya Hujan

    Polres Kutai Barat Ajak Masyarakat Laksanakan Sholat Istisqa, Mohon Turunnya Hujan

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM – Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, Polres Kutai Barat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa dan memohon pertolongan Allah SWT melalui pelaksanaan Sholat Istisqa. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan yang membawa rahmat dan manfaat bagi kehidupan serta lingkungan.

    Sholat Istisqa rencananya akan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 07.00 WITA, bertempat di Lapangan Apel Polres Kutai Barat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi jajaran kepolisian bersama masyarakat untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, serta memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT.

    Kapolres Kutai Barat melalui keterangannya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Barat untuk bersama-sama melaksanakan Sholat Istisqa. Ini merupakan ikhtiar dan bentuk kepasrahan kita kepada Allah SWT, sekaligus momentum untuk memohon ampunan dan memanjatkan doa agar segera diturunkan hujan yang membawa rahmat serta manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. 

    Menurutnya, kondisi cuaca kering tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Karena itu, selain melakukan upaya pencegahan secara nyata, diperlukan pula ikhtiar melalui doa dan pendekatan keagamaan.

    “Kami berharap hujan yang turun nantinya menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat, membantu menjaga lingkungan, mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, serta memberikan manfaat bagi kehidupan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla,” tambahnya.

    Pelaksanaan Sholat Istisqa juga menjadi ajakan untuk bersama-sama melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar dan doa, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. 

    Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diajak memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat dan menjauhkan Kutai Barat dari berbagai bencana serta kemudaratan.

    “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu, hewan-hewan-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.” begitu doa yang dipanjatkan jamaah. 

    Polres Kutai Barat berharap pelaksanaan Sholat Istisqa dapat diikuti masyarakat dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Selain menjadi bentuk ikhtiar spiritual, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca kering dan menjaga lingkungan.

    Semoga Allah SWT mengabulkan doa dan ikhtiar seluruh masyarakat serta menurunkan hujan yang membawa rahmat, manfaat bagi alam dan kehidupan, serta menjauhkan Kutai Barat dari segala bencana dan kemudaratan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

    Reporter: Sukawati S

  • Lahan Gambut di Jengan Danum Terbakar, Asap Tebal Ganggu Pengendara Trans Kaltim

    Lahan Gambut di Jengan Danum Terbakar, Asap Tebal Ganggu Pengendara Trans Kaltim

    KUTAI BARAT JURNAL IKN.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kali ini, lahan gambut di sekitar bahu Jalan Poros Trans Kaltim, RT 07 Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, terbakar pada Minggu (23/8/2026).

    Kebakaran yang mulai terpantau sekitar pukul 10.00 WITA tersebut sempat menimbulkan kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Kondisi ini mendapat perhatian serius karena lokasi kebakaran berada tepat di sisi jalan poros yang menjadi jalur lalu lintas masyarakat.

    Mengetahui kejadian tersebut, Ps. Kapolsek Damai Ipda Gery Purnomo, S.H. bersama empat personel Polsek Damai langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keselamatan bagi pengendara akibat asap yang mengepul ke badan jalan.

    Proses pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Damkar Kecamatan Damai, BPBD Kabupaten Kutai Barat, Tim Manggala Agni, BKSDA Damai, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kampung Jengan Danum, serta KPHP Damai.

    Untuk mempercepat penanganan, dua unit mobil water tank dari PT CAM turut dikerahkan membantu proses pemadaman.

    Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±5 hektare. Area yang terbakar merupakan lahan gambut yang dipenuhi akar gambut dan dedaunan kering. Kondisi cuaca yang berangin turut menyebabkan api lebih cepat merambat.

    Sejumlah kendaraan operasional dikerahkan dalam penanganan karhutla tersebut, yakni satu unit Triton Manggala Agni, lima unit Hilux BPBD Kutai Barat, dua unit kendaraan roda empat BPBD, satu unit kendaraan roda empat KPHP Damai, dua unit water tank PT CAM, serta satu unit mobil patroli Polsek Damai.

    Setelah berjibaku selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.00 WITA. Pemadaman kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

    Ps. Kapolsek Damai Ipda Gery Purnomo, S.H. mengatakan, personel kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

    “Setelah api berhasil dipadamkan, kami tetap melakukan monitoring dan pendinginan di lokasi. Kami juga berkolaborasi dengan masyarakat Kampung Jengan Danum untuk melakukan pemantauan dan segera mengambil tindakan apabila kembali ditemukan titik api,” ujar Gery.

    Ia juga mengingatkan masyarakat maupun pihak perusahaan agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Terlebih, kondisi lahan yang kering dan berangin dapat membuat api dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.

    “Kami mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi lahan yang kering serta angin kencang dapat membuat api cepat merambat dan membahayakan lingkungan maupun pengguna jalan,” tegasnya.

    Kapolsek juga mengimbau para pengguna Jalan Poros Trans Kaltim agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di sekitar lokasi kejadian. Meskipun api telah padam, kepulan asap masih berpotensi muncul dari sisa bara di dalam lahan gambut.

    “Pengguna jalan kami minta tetap berhati-hati karena asap masih berpotensi muncul. Kurangi kecepatan dan perhatikan jarak pandang saat melintas di sekitar lokasi,” pungkasnya.

    Reporter: Sukawati S

  • Lahan Gambut 5 Hektare di Kutai Barat Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

    Lahan Gambut 5 Hektare di Kutai Barat Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

    KUTAI BARAT, JURNALIKN.COM – Kobaran api membakar sedikitnya 5 hektare lahan gambut di Kampung Lumpat Dahuq, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, pada Kamis (20/8/2026) sore. Karakteristik (Mengacu pada sifat fisik, struktur, dan komposisi jenis tumbuhan yang membentuk penutup lahan di suatu wilayah) dan vegetasi (Kumpulan berbagai jenis tumbuhan yang hidup dan menempati suatu kawasan atau ekosistem tertentu) dan lapisan gambut yang mengering membuat si jago merah merambat cepat, memaksa tim gabungan berjibaku di lapangan.

    Informasi kebakaran diterima personel Polsek Damai sekitar pukul 14.00 WITA. Menanggapi laporan tersebut, jajaran Polsek Damai yang dipimpin BRIGPOL Wahyu Tri, BRIPTU Noky Gustiantoro, dan Danu Putra Nagara langsung bergerak ke lokasi musibah bersama unsur BPBD dan Manggala Agni.

    Kapolsek Damai menegaskan bahwa kondisi geografis di lokasi kejadian menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.

    “Struktur tanah gambut yang tebal, ditambah tumpukan akar serta dedaunan kering, membuat api sangat mudah merambat di bawah permukaan tanah (ground fire). Tim di lapangan harus bergerak cepat memotong jalur api agar area yang terbakar tidak terus meluas,” ujar Kapolsek Damai.

    Ia menambahkan, sebanyak 25 personel gabungan dikerahkan untuk menjangkau beberapa titik api yang tersebar.

    “Saat ini seluruh unsur yang terlibat masih bertahan di lokasi untuk upaya pemadaman dan pendinginan. Kami menyisir titik-titik api baru yang sempat berpindah karena embusan angin,” tambahnya.

    Penanganan karhutla ini bergerak cepat begitu laporan pertama diterima tim gabungan sekitar pukul 14.00 WITA. Hanya berselang 30 menit, personel telah tiba di lokasi untuk melakukan pemetaan sebaran api. Langkah penyekatan dan pemadaman masif resmi diluncurkan tepat pukul 15.00 WITA. Namun, pergerakan api yang cepat memaksa tim membagi fokus pada pukul 17.00 WITA, bergeser mengepung titik-titik api baru yang terdeteksi mulai menyebar.

    Operasi pemadaman ini melibatkan sinergi dari BPBD Kecamatan Damai, BPBD Kabupaten Kutai Barat, Tim Manggala Agni, Tim KPHP Damai, Trantibum Kecamatan, serta bantuan pihak swasta dari PT CAM.

    Guna menaklukkan kobaran api di medan gambut, berbagai armada operasional dari lintas instansi dikerahkan langsung ke lokasi. Tim gabungan memperkuat pergerakan lapangan dengan menerjunkan 1 unit Triton Manggala Agni, 5 unit Hilux dan 1 unit water tank milik BPBD Kutai Barat, 1 unit Hilux dari PT CAM, serta 1 unit mobil patroli Polsek Damai.

    Menyikapi insiden ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan.

    “Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di musim kering seperti sekarang. Jika melihat adanya titik asap atau tindakan pembakaran liar, segera laporkan ke Polsek Damai atau melalui Call Center 110,” tutup Kapolsek Damai.

    Reporter: Sukawati S