Penulis: Redaksi

  • Følg med på Buran Casinos nyeste kampanjer

    Buran Casino tilbyr en unik plattform for spillere som ønsker et variert og spennende utvalg av casinoopplevelser. Med buran casino free spins og attraktive kampanjer har kasinoet fått stor oppmerksomhet på markedet. Denne artikkelen tar for seg de nyeste kampanjene og tilbudene som Buran Casino har å by på.

    Kampanjer og bonuser for nye spillere

    Buran Casino skiller seg ut med generøse velkomstbonuser som er designet for å tiltrekke seg nye spillere. Nykommere får ofte en kombinasjon av bonuspenger og gratisspinn. Dette gir en utmerket mulighet til å utforske casinoets spillkatalog uten å risikere egne penger. Betingelsene for disse bonusene er vanligvis klare, med rimelige krav til omsetning.

    • 100% velkomstbonus opptil 2000 NOK
    • 50 gratisspinn ved første innskudd
    • Ukentlige reload-bonuser for eksisterende spillere
    • Lojalitetsprogram med eksklusive fordeler

    Dypdykk i spillkatalogen

    Buran Casino tilbyr et bredt utvalg av spill, som inkluderer både klassiske bordspill og moderne spilleautomater. Spillene leveres av kjente utviklere som NetEnt og Microgaming, noe som garanterer høy kvalitet og underholdning. Spillere kan nyte alt fra tradisjonelle blackjack og rulett til innovative videoautomater.

    Spilltype Antall spill Populære titler
    Slotspill 1000+ Starburst, Book of Dead
    Bordspill 50+ Roulette, Blackjack
    Live Casino 20+ Live Blackjack, Live Roulette

    VIP-program og lojalitetsfordeler

    Buran Casino verdsetter sine lojale spillere og tilbyr et VIP-program som gir ekstra fordeler. Spillere kan oppnå forskjellige nivåer av medlemskap, noe som gir tilgang til eksklusive kampanjer, høyere uttaksgrenser og dedikerte kontohåndterere. Dette gjør at lojale spillere føler seg verdsatt og får mer ut av spillopplevelsen sin.

    FAQ

    Er Buran Casino trygt å spille på?
    Buran Casino har en gyldig lisens og benytter moderne sikkerhetstiltak for å beskytte spillernes data.

    Hva slags betalingsmetoder er tilgjengelige?
    Spillere kan bruke ulike metoder som kredittkort, e-lommebøker og bankoverføringer for innskudd og uttak.

    Er det mobilspill tilgjengelig?
    Ja, Buran Casino har en mobilvennlig nettside som gir en sømløs spillopplevelse på smarttelefoner og nettbrett.

  • Diduga Langgar HGU dan Terindikasi Pidana Lingkungan, PT ARI Dilaporkan ke DPR RI, Abet Nego: Negara Jangan Tunduk, Warga Siap Rebut Lahan!

    Jurnalikn.com | Sendawar – Aroma dugaan pelanggaran hukum yang mengarah pada praktik korporasi “kebal aturan” menyeruak dari sektor perkebunan sawit di Kutai Barat. Kepala Desa/Petinggi Kampung Bentas, Kecamatan Siluq Ngurai, Abet Nego, bahkan harus mendatangi langsung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta untuk melaporkan persoalan yang dinilainya sudah berada di titik kritis.

    Laporan tersebut ditujukan ke Komisi II DPR RI, dengan substansi dugaan pelanggaran Hak Guna Usaha (HGU), konflik agraria berkepanjangan, hingga indikasi kerusakan lingkungan yang melibatkan PT Anekareksa International (ARI) dan Gunta Samba Group.

    Surat bernomor 140/052/PEM-BTS/IV/2026 itu ditegaskan bukan sekadar laporan administratif, melainkan “alarm darurat” atas dugaan pelanggaran sistemik yang berlangsung bertahun-tahun di wilayah Kampung Bentas, Siluq Ngurai hingga Muara Lawa.

    Dugaan Manipulasi Legalitas dan Penghindaran Hukum

    Abet Nego mengungkap adanya indikasi kuat praktik manipulasi izin. Ia menyoroti perusahaan yang diduga tetap beroperasi meski sebelumnya masuk dalam daftar pencabutan izin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada 5 Januari 2022.

    “Kalau izinnya sudah dicabut, tapi aktivitas masih berjalan dengan nama berbeda, ini patut diduga sebagai bentuk penghindaran hukum. Negara tidak boleh kalah oleh praktik seperti ini,” tegas Abet Nego, Senin (4/5/2026).

    Ia juga mempertanyakan keabsahan pengelolaan lahan lebih dari 16 ribu hektare yang dinilai tidak memiliki transparansi hukum. Dalam perspektif hukum agraria, kondisi ini berpotensi mengarah pada penguasaan lahan tanpa dasar sah hingga pelanggaran serius administrasi negara.

    Indikasi Pelanggaran Berat, Berpotensi Pidana

    Temuan Panitia Khusus DPRD Kutai Barat memperkuat laporan tersebut. Berdasarkan keterangan Badan Pertanahan Nasional (BPN), perusahaan memang memiliki 15 sertifikat HGU, namun diduga tidak memenuhi kewajiban hukum yang melekat.

    Pansus mencatat sedikitnya 11 pelanggaran serius, mulai dari lahan terlantar, kewajiban plasma yang diabaikan, hingga dugaan pencemaran Sungai Tuang dan aktivitas tambang ilegal dalam kawasan konsesi.

    “Ini bukan lagi pelanggaran administratif. Jika terbukti, ini bisa masuk ranah pidana lingkungan hidup dan pelanggaran berat terhadap kewajiban HGU. Negara wajib hadir dan menindak,” ujar Abet dengan nada tegas.

    Konflik Memanas, Hukum Adat Turun Tangan

    Situasi di lapangan kian memanas setelah Abet Nego menarik kembali lahan seluas 5 hektare yang sebelumnya dikerjasamakan. Ia menilai lahan tersebut berada di luar HGU sah dan tidak memberikan manfaat ekonomi yang transparan.

    Langkah tersebut memicu konflik terbuka, mulai dari dugaan panen paksa hingga keributan yang sempat viral. Penyelesaian bahkan harus ditempuh melalui sidang adat Dayak Benuaq—menunjukkan lemahnya penyelesaian melalui mekanisme formal negara.

    “Kalau hukum negara tidak memberikan kepastian, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Jangan salahkan warga kalau akhirnya mempertahankan haknya sendiri,” kata Abet.

    Ultimatum Warga: Hentikan atau Hadapi Perlawanan

    Masyarakat Kampung Bentas mendesak DPR RI untuk segera memanggil dan memeriksa perusahaan serta melibatkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam penyelesaian konflik.

    Kerugian yang diklaim mencapai Rp93,26 miliar, mencakup kerugian hasil kayu hingga dampak sosial yang berkepanjangan.

    Abet Nego pun melontarkan peringatan keras:
    “Jika tidak ada penyelesaian dan penegakan hukum yang jelas, kami akan meminta aktivitas dihentikan total. Bahkan masyarakat siap mengambil kembali lahan yang selama ini mereka anggap sebagai haknya.”

    Ujian Negara dalam Penegakan Hukum

    Pengaduan ini juga ditembuskan kepada Presiden RI, menandakan konflik telah naik ke level nasional dan menjadi ujian serius bagi negara.

    Kasus ini kembali menegaskan problem klasik konflik agraria di sektor sawit—di mana hukum kerap dipersepsikan tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Jika dugaan ini terbukti, maka persoalan ini tidak lagi sekadar sengketa lahan, melainkan potensi pelanggaran hukum serius yang menuntut ketegasan negara dalam menegakkan keadilan.

    Reporter: Sukawati

  • Monika Ligit, Perempuan Tangguh dari Kliwai yang Menyalakan Harapan Lewat Aksi Nyata

    Monika Ligit, Perempuan Tangguh dari Kliwai yang Menyalakan Harapan Lewat Aksi Nyata

    Jurnalikn.com, Sendawar – Di tengah riuhnya kehidupan yang tak selalu ramah, selalu ada sosok yang memilih berdiri tegak untuk sesama. Dari Kampung Kliwai, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat, lahir kisah tentang keteguhan hati dan kepedulian yang nyata. Sosok itu adalah Monika Ligit, Kepala Adat yang dikenal kuat, tegas, namun tetap hangat dalam tutur kata.

    Bagi warga, Monika bukan sekadar pemimpin adat. Ia adalah penggerak harapan. Ketegasannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan setiap amanah tersampaikan dengan adil dan tepat sasaran. Di balik sikap disiplin yang melekat, tersimpan kepedulian mendalam terhadap masyarakatnya.

    Monika bersama pengurus Pemerintahan Kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) kembali menunjukkan arti nyata gotong royong. Bantuan dari para donatur disalurkan kepada warga yang membutuhkan, bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan bukti bahwa kemanusiaan masih hidup dan tumbuh.

    “Kami sudah mendistribusikan bantuan dari donatur untuk membantu warga yang sangat membutuhkan,” ungkap Monika. Jumat (1/5/2026).

    Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa sembako seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, tetapi juga material bangunan berupa atap seng bagi rumah warga yang sudah tidak layak huni. Sebanyak 85 Kepala Keluarga menerima paket sembako lengkap serta bantuan uang tunai, tanpa memandang latar belakang semua dirangkul dalam semangat kebersamaan.

    Tak berhenti di situ, dua Kepala Keluarga yang benar-benar membutuhkan juga menerima masing-masing 48 lembar seng untuk memperbaiki tempat tinggal mereka. Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi kualitas hidup mereka.

    “Dalam soal bantuan, kita bukan hanya sembako tetapi juga seng untuk atap rumah warga yang sudah tidak layak huni,” tegas Monika.

    Lebih dari sekadar distribusi bantuan, kegiatan ini menjadi cermin nilai luhur bahwa kepedulian tak mengenal batas, dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi kesulitan.

    Seorang warga dengan penuh haru menyampaikan rasa syukurnya. Bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan tidak sendiri dalam menghadapi hidup.

    “Kami sangat terbantu sekali… kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Lembaga Adat yang telah membantu kami sehingga kami tidak lagi merasa kekurangan,” ujarnya dengan wajah penuh bahagia.

    Kisah Monika Ligit adalah pengingat bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada jabatan atau kekuasaan, melainkan pada keberanian untuk peduli dan bertindak. Dari Kampung Kliwai, sebuah pesan sederhana namun kuat menggema, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, akan selalu berarti besar bagi mereka yang membutuhkan.

    Reporter: Rb

  • Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto Pimpin Sertijab Kapolsek Sangatta Utara, IPTU Bambang Gantikan IPTU Alan Firdaus yang Geser ke Berau: Jaga Soliditas dan Tingkatkan Pelayanan

    Jurnalikan.com  KUTAI TIMUR – Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H. memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Sangatta Utara, Kamis (30/4/2026).

    Jabatan resmi diserahterimakan dari IPTU Alan Firdaus, S.H. kepada IPTU Bambang. Prosesi berlangsung khidmat di Mapolres Kutim, dihadiri pejabat utama dan personel.

     

    AKBP Fauzan menegaskan rotasi jabatan wajar di tubuh Polri sebagai pembinaan karier dan penyegaran organisasi. “Mutasi ini untuk menjaga ritme kinerja tetap optimal. Pejabat baru segera menyesuaikan diri, lanjutkan program, dan tingkatkan pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.

     

    Ia mengapresiasi dedikasi IPTU Alan Firdaus selama memimpin Polsek Sangatta Utara. IPTU Alan kini dipercaya menjabat Kapolsek Gunung Tabur, Polres Berau.

     

    “Terima kasih atas pengabdian di Kutim. Semoga pengalaman di sini jadi bekal tugas di tempat baru,” ucap Kapolres.

     

    Kepada IPTU Bambang, AKBP Fauzan berpesan cepat adaptasi dengan wilayah tugas. “Jalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Jaga kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

     

    ( Arya Rusdi)

  • Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto Pimpin Sertijab Kapolsek Sangatta Utara, IPTU Bambang Gantikan IPTU Alan Firdaus yang Geser ke Berau: Jaga Soliditas & Tingkatkan Pelayana

    Jurnalikn.com KUTAI TIMUR – Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H. memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Sangatta Utara, Kamis (30/4/2026).

    Jabatan resmi diserahterimakan dari IPTU Alan Firdaus, S.H. kepada IPTU Bambang. Prosesi berlangsung khidmat di Mapolres Kutim, dihadiri pejabat utama dan personel.

     

    AKBP Fauzan menegaskan rotasi jabatan wajar di tubuh Polri sebagai pembinaan karier dan penyegaran organisasi. “Mutasi ini untuk menjaga ritme kinerja tetap optimal. Pejabat baru segera menyesuaikan diri, lanjutkan program, dan tingkatkan pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.

     

    Ia mengapresiasi dedikasi IPTU Alan Firdaus selama memimpin Polsek Sangatta Utara. IPTU Alan kini dipercaya menjabat Kapolsek Gunung Tabur, Polres Berau.

     

    “Terima kasih atas pengabdian di Kutim. Semoga pengalaman di sini jadi bekal tugas di tempat baru,” ucap Kapolres.

     

    Kepada IPTU Bambang, AKBP Fauzan berpesan cepat adaptasi dengan wilayah tugas. “Jalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Jaga kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

     

    ( Arya Rusdi)

  • Jerit di Siang Bolong: Api Lahap 3 Rumah di Bengalon dalam 1 Jam 45 Menit

    Jurnalikn.com, BENGALON – Siang itu, Sabtu (18/4/2026), Jalan M. Yusuf RT 004 Desa Sepaso mendadak riuh. Pukul 14.15 Wita, teriakan “kebakaran!” memecah panas Bengalon.

    Hernando yang sedang di kamar kos tersentak. Ia berlari keluar dan melihat kepulan asap dari lantai dua rumah Muhayyang (59). Dalam hitungan menit, api menjilat dinding kayu. Ia buru-buru menelepon pemilik rumah sementara warga lain menghubungi damkar.

     

    “Api cepat sekali membesar karena rumah dari kayu,” kata Kapolsek Bengalon AKP Asriadi.

     

    Tak butuh waktu lama, sirine meraung. Empat unit damkar Kecamatan Bengalon meluncur, disusul dua unit dari PT Darma Henwa dan satu unit dari PT. PIK/AMM. Warga dan petugas bahu-membahu. Selang dan ember bersahutan melawan kobaran.

     

    Dua rumah lain ikut jadi korban: milik Mukransyah (55) dan Fitriani (33). Beruntung, semua penghuni sempat keluar. Tak ada nyawa melayang, tapi harta Rp200 juta hangus.

     

    Pukul 16.00 Wita, api akhirnya padam. Asap masih mengepul saat petugas melakukan pendinginan, memastikan tak ada bara tersisa.

     

    Dugaan awal: korsleting listrik di lantai dua rumah Muhayyang. “Masih kami selidiki. Olah TKP dan periksa saksi sudah dilakukan,” ujar Asriadi.

    *DATA KEBAKARAN BENGALON*

    _Sabtu, 18 April 2026_

    *Keterangan* *Detail*

    *Waktu Kejadian* Sabtu, 18 April 2026, pukul 14.15 Wita

    *Lokasi* Jl. M. Yusuf RT 004, Desa Sepaso, Kec. Bengalon, Kutai Timur

    *Objek Terbakar* 3 unit rumah warga

    *Korban*1. Muhayyang (59)

    2. Mukransyah (55)

    3. Fitriani (33)

    *Korban Jiwa* Nihil

    *Taksiran Kerugian*± Rp200 juta

    **Dugaan Penyebab* *Korsleting listrik di lantai 2 rumah Muhayyang. Masih diselidiki

    *Saksi Pertama* Hernando, mendengar teriakan warga dari dalam kamar kos

    *Unit Pemadam* 4 unit Damkar Kec. Bengalon + 2 unit PT Darma Henwa + 1 unit PT. PIK/AMM

    *Durasi Pemadaman* 14.15 – 16.00 Wita (±1 jam 45 menit)

     

  • Propam Polres Kutim Pastikan Senpi Personel Sesuai Prosedur

     

     

    Jurnalikn.com  Kutai Timur – Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kutai Timur melaksanakan pemeriksaan senjata api (senpi) milik personel, khususnya jajaran Satreskrim serta anggota lainnya yang memegang senjata api, Rabu (15/4/2026).

     

    Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan internal guna memastikan penggunaan senjata api oleh personel Polri sesuai dengan prosedur yang berlaku, baik dari aspek administrasi maupun kesiapan teknis di lapangan.

     

    Dalam pemeriksaan tersebut, Propam melakukan pengecekan menyeluruh meliputi kebersihan senjata, kelengkapan amunisi, serta keabsahan surat izin pemegang senjata api. Hasilnya, seluruh senjata api yang diperiksa dalam kondisi terawat dengan baik, amunisi lengkap, dan dokumen perizinan masih berlaku.

     

    Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah penting dalam menjaga profesionalisme dan disiplin anggota, terutama dalam penggunaan senjata api yang memiliki risiko tinggi.

     

    “Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel yang memegang senjata api benar-benar memenuhi persyaratan, baik secara administrasi maupun kesiapan teknis. Ini bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalitas anggota di lapangan,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

     

    Ia juga menekankan bahwa penggunaan senjata api harus dilakukan secara bijak, sesuai standar operasional prosedur, serta hanya dalam kondisi yang benar-benar diperlukan.

     

    “Kami tidak ingin ada penyalahgunaan. Senjata api adalah alat yang harus digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pengawasan akan terus kami lakukan secara berkala,” tegasnya.

     

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Kutai Timur semakin disiplin dan bertanggung jawab dalam penggunaan senjata api, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional serta menjaga kepercayaan masyarakat.

  • Polres Kutim Gelar Gaktibplin, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Personel

     

     

    Jurnalikn.com  Kutim – Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme anggota, Polres Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) bagi seluruh personel dengan melibatkan fungsi Propam sebagai pelaksana utama pemeriksaan yang berlangsung di Halaman Mako Polres Kutim, Rabu (15/04/2026),

     

    Gaktibplin ini menyasar berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi pribadi, sikap tampang, hingga kesiapan personel dalam menjalankan tugas.

     

    Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan humanis, dengan tujuan memastikan setiap anggota Polri tetap menjaga standar disiplin sesuai aturan yang berlaku.

     

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa kegiatan Gaktibplin merupakan bagian penting dalam membentuk karakter personel yang profesional dan bertanggung jawab.

     

    “Disiplin adalah kunci utama dalam pelaksanaan tugas Polri. Melalui Gaktibplin ini, kami ingin memastikan seluruh personel selalu siap, baik dari segi sikap, penampilan, maupun administrasi,” ungkap AKBP Fauzan Arianto.

     

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah pengawasan internal untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat mencoreng institusi Polri.

     

    “Penegakan disiplin harus dimulai dari internal. Dengan anggota yang tertib dan disiplin, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” tambahnya.

     

    Dalam pelaksanaan Gaktibplin, petugas Propam melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan seperti KTA, SIM, STNK, serta kerapian seragam dan atribut dinas. Personel yang ditemukan belum memenuhi ketentuan diberikan teguran dan pembinaan secara langsung di tempat.

     

    Kapolres juga menekankan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga marwah institusi.

     

    “Kami ingin membangun budaya disiplin yang kuat di lingkungan Polres Kutim. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

     

    Dengan adanya kegiatan Gaktibplin ini, diharapkan seluruh personel Polres Kutai Timur semakin meningkatkan kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

  • Polsek Muara Ancalong Tanam Jagung 2 Hektare, Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program SADESAHE

     

     

    Jurnalikn.com. Kutai Timur – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus digencarkan jajaran Polres Kutai Timur (Kutim). Kali ini, melalui Polsek Muara Ancalong, program penanaman jagung dalam skema SADESAHE (Satu Desa Satu Hektare) resmi dilaksanakan di wilayah Desa Kelinjau Ulu dan Desa Kelinjau Ilir, Kecamatan Muara Ancalong, Selasa (14/4/2026).

    Kegiatan tersebut dipusatkan di lahan aset milik Kecamatan Muara Ancalong dengan total luas sekitar 2 hektare, masing-masing 1 hektare di Desa Kelinjau Ulu dan 1 hektare di Desa Kelinjau Ilir. Penanaman dilakukan dengan sistem monokultur menggunakan jagung pipil jenis hibrida F1.

     

    Kapolsek Muara Ancalong IPTU Erwan Tri Yunanto, bersama unsur pemerintah desa, TNI, penyuluh pertanian, serta masyarakat setempat turut ambil bagian langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti nyata sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah.

     

    Selain aparat kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Kelinjau Ilir Rodi Efendi, Kepala Desa Kelinjau Ulu Abdul Razak, unsur BPD, tokoh adat, Babinsa, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga warga setempat yang ikut berpartisipasi dalam proses penanaman.

     

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi atas inisiatif Polsek Muara Ancalong dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

     

    “Program SADESAHE ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Kami sangat mengapresiasi sinergi antara Polri, pemerintah desa, TNI, dan masyarakat yang bersama-sama turun langsung melakukan penanaman,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

     

    AKBP Fauzan menegaskan Polri memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah, termasuk dalam sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan nasional.

     

    “Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, Polri tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung ketersediaan pangan masyarakat,” tegasnya.

     

    Lebih lanjut, Kapolres berharap program ini dapat memberikan hasil maksimal hingga masa panen yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.

     

    “Kami berharap tanaman jagung yang ditanam ini dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil panen yang baik. Ini tentu akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

     

    Ia juga menyoroti pentingnya peran semua pihak dalam menjaga keberlangsungan program tersebut, terutama menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.

     

    “Kendala seperti faktor cuaca memang menjadi tantangan, namun dengan kerja sama yang baik, perawatan yang maksimal, serta pendampingan dari penyuluh pertanian, kami optimistis program ini dapat berjalan sukses,” tutupnya.

  • Kaltim Memanas, Aliansi Serukan Aksi Besar dan Layangkan Surat Terbuka ke Presiden

    JURNAL IKN.COM, Samarinda – Dinamika politik di Kalimantan Timur kian memanas. Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur secara resmi melayangkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia di Jakarta, sekaligus menyerukan aksi terbuka yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.

    Langkah ini disebut sebagai bentuk peringatan serius atas kondisi demokrasi dan etika publik di Kalimantan Timur, yang kini menjadi sorotan nasional seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Dalam suratnya, aliansi menilai Kalimantan Timur tengah berada dalam bayang-bayang praktik kekuasaan yang mengarah pada neofeodalisme. Mereka menyoroti dugaan pemusatan kekuasaan dalam lingkaran keluarga tertentu yang dinilai berpotensi melanggengkan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) secara sistematis.

    Aliansi kemudian memaparkan sejumlah poin krusial yang menjadi keresahan publik.

    Pertama, mereka mendesak pertanggungjawaban moral dan politik dari para ketua umum partai politik yang memberikan rekomendasi kepada pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Keputusan tersebut dinilai mengabaikan rekam jejak serta etika kepemimpinan, sekaligus memperkuat dugaan menguatnya dinasti politik di Kalimantan Timur. Partai politik, tegas mereka, seharusnya berfungsi sebagai penyaring moral, bukan alat legitimasi kekuasaan kelompok tertentu.

    Kedua, aliansi mengkritik gaya kepemimpinan sejumlah pejabat publik yang dinilai feodal dan tidak mencerminkan nilai budaya bangsa. Sorotan diarahkan pada perilaku elitis, kecenderungan pamer kemewahan, serta simbol-simbol yang dianggap menjauh dari jati diri pemimpin Indonesia. Sikap tersebut dinilai melukai rasa keadilan masyarakat dan mengikis nilai kesederhanaan serta kearifan lokal.

    Ketiga, perhatian juga tertuju pada penggunaan anggaran daerah, khususnya pembentukan Tim Ahli Gubernur yang disebut menelan biaya lebih dari Rp10 miliar. Aliansi mempertanyakan urgensi, transparansi, dan efektivitas anggaran tersebut, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat pada sektor infrastruktur dan pendidikan.

    Keempat, mereka menilai terjadi kemunduran dalam sistem meritokrasi. Dominasi satu keluarga dalam berbagai posisi strategis, baik di eksekutif maupun legislatif, dianggap berpotensi mematikan peluang generasi terbaik daerah serta melemahkan fungsi pengawasan pemerintahan.

    Melalui surat tersebut, aliansi juga menyampaikan sejumlah permohonan kepada Presiden, antara lain evaluasi khusus terhadap tata kelola pemerintahan daerah, teguran terhadap pejabat dengan gaya hidup berlebihan, serta audit menyeluruh terhadap anggaran Tim Ahli oleh lembaga terkait seperti BPK dan KPK.

    Aliansi menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai wajah masa depan Indonesia dengan hadirnya IKN. Karena itu, mereka meminta pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap persoalan yang dinilai dapat merusak kualitas demokrasi di daerah.

    Tak hanya melalui surat terbuka, aliansi juga mengajak masyarakat untuk turun langsung menyuarakan aspirasi melalui aksi terbuka.

    Aksi tersebut dijadwalkan sebagai berikut:

    • Tanggal: 21 April 2026
    • Waktu: Pukul 09.00 WITA
    • Titik kumpul: Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Dalam seruannya, aliansi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu.

    “Mari kita lawan perusak Kaltim dengan kita bersatu,” demikian bunyi ajakan tersebut.

    Aksi ini akan dikoordinatori oleh Erly Sopiansyah sebagai koordinator lapangan, dengan Sapta Guspiani, SH sebagai sekretaris.

    Aliansi menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Kalimantan Timur agar tetap berpijak pada prinsip transparansi, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.

    “Kami tidak ingin Kaltim menjadi milik segelintir orang. Kami ingin Kaltim tetap menjadi milik rakyat,” tegas pernyataan dalam surat terbuka tersebut.

    Dengan adanya seruan aksi ini, tensi politik di Kalimantan Timur diperkirakan akan terus meningkat, seiring meluasnya perhatian publik terhadap tata kelola pemerintahan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.

    Reporter: Sukawati S