Penulis: Redaksi

  • Infrastruktur Negara Dijarah, Jembatan Kelian Dalam Akses Kubar-Mahulu di Ambang Ambruk! Siapa Bertanggungjawab?

    JURNAL IKN.COM, SENDAWAR – Kasus pencurian kerangka besi baja pada Jembatan Kelian Dalam, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menjadi sorotan serius. Peristiwa ini tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar terkait lemahnya pengawasan aset infrastruktur publik.

    Jembatan yang menjadi akses vital penghubung Kabupaten Kutai Barat dengan Mahakam Ulu itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah bagian penting, terutama kerangka besi bagian atas, dilaporkan hilang akibat dicuri secara bertahap oleh pihak tak bertanggung jawab.

    Akibatnya, struktur jembatan melemah dan berpotensi membahayakan masyarakat. Warga bahkan merasakan getaran saat melintasi jembatan, indikasi kuat adanya kerusakan serius pada konstruksi.

    Kasi Kesejahteraan Kampung Kelian Dalam, Udin, menyebutkan, mereka itu melakukannya secara bertahap dan sekitar dua bulan lalu.

    “Kerangka jembatan sudah hilang sekitar dua bulan lalu,” ujar Udin Kamis (2/4/2026).

    Menurutnya, pencurian tidak terjadi sekaligus, melainkan dilakukan sedikit demi sedikit sejak Februari 2026. Selain kerangka besi, baut-baut pengikat serta sebagian lantai jembatan juga ikut dibongkar.

    “Ini jelas dilakukan berulang kali. Artinya ada kelalaian dalam pengawasan. Tidak mungkin aktivitas seperti ini tidak terdeteksi jika ada kontrol yang baik,” tegasnya.

    Warga kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas. Mereka meminta Polres Kutai Barat tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga mengusut kemungkinan adanya jaringan atau penadah besi hasil curian.

    “Kami minta polisi segera menangkap pencurinya dan menelusuri ke mana besi itu dijual. Ini harus diusut tuntas,” tambah Udin.

    Selain itu, masyarakat juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan pengawasan infrastruktur publik, khususnya jembatan strategis yang menjadi urat nadi mobilitas antarwilayah.

    Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur melalui pejabatnya, Wawan, membenarkan adanya kehilangan bagian kerangka jembatan tersebut. Ia menyatakan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada Polres Kutai Barat untuk ditindaklanjuti.

    Kasus ini dinilai tidak bisa dipandang sebagai pencurian biasa, melainkan kejahatan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik. Aparat diharapkan segera mengambil langkah hukum tegas, sekaligus memperkuat pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

    Reporter: Sukawati S

    Editor: Johansyah

  • Dua Pekerja Tewas di Jalur Hauling, PT MBL Sampaikan Klarifikasi Resmi.Wesly: Kami Akan Penuhi Hak-hak Korban

    KUTAI BARAT, JURNALIKN.COM – Sehubungan dengan pemberitaan terkait insiden kecelakaan kerja (fatality) di area operasional PT Manoor Bulant Lestari (MBL), manajemen perusahaan menyampaikan klarifikasi resmi.

    Kecelakaan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 17.20 WITA di jalur angkut (hauling) batubara Kilometer 35. Insiden melibatkan unit dump truck milik kontraktor, di mana kendaraan yang dikemudikan korban menabrak bagian belakang unit di depannya.

    Akibat kejadian tersebut, dua pekerja yang berada di dalam unit mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia. Keduanya sempat dievakuasi ke Klinik Lambing, Kecamatan Muara Lawa, menggunakan ambulans pada pukul 18.15 WITA untuk penanganan lebih lanjut.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Manoor Bulant Lestari, Wesly Siregar, S.T., M.T., menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut.

    “Perusahaan menyampaikan duka cita yang mendalam atas kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya dua orang pekerja. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh hak-hak korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wesly, Minggu (29/3/2026).

    Sebagai langkah tanggap darurat dan tindak lanjut, perusahaan telah mengambil sejumlah tindakan, antara lain:

    • Mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi
    • Menghentikan sementara aktivitas hauling dari pit menuju pelabuhan
    • Melaporkan kejadian kepada Kepala Inspektur Tambang serta berkoordinasi dengan pihak berwenang

    Manajemen menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas utama dalam seluruh operasional perusahaan.

    “Insiden ini menjadi perhatian serius bagi kami. Perusahaan akan melakukan investigasi menyeluruh serta evaluasi total terhadap sistem K3, termasuk pengawasan operasional, kondisi jalan hauling, dan pengendalian risiko di lapangan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, perusahaan berkomitmen untuk memperkuat implementasi standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa.

    “Ke depan, kami akan meningkatkan pengawasan, memperkuat standar keselamatan, serta melaksanakan pelatihan ulang bagi seluruh pekerja dan kontraktor,” tegas Wesly.

    Adapun langkah lanjutan yang akan dilakukan perusahaan meliputi:

    • Investigasi internal secara komprehensif
    • Evaluasi dan penguatan sistem manajemen K3
    • Peningkatan pengendalian kondisi jalan hauling dan lalu lintas tambang
    • Pelaksanaan pelatihan ulang (refresh training)
    • Penguatan kesiapsiagaan tim tanggap darurat (ERT)

    Terkait tanggung jawab terhadap korban, perusahaan memastikan:

    • Pemberian santunan kepada keluarga korban
    • Pemenuhan seluruh hak normatif pekerja
    • Penanggungan biaya evakuasi, pemulangan, hingga pemakaman
    • Pendampingan kepada keluarga korban

    Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dengan pihak berwenang, termasuk Kementerian ESDM dan Inspektur Tambang, dalam proses investigasi guna menjamin transparansi dan perbaikan berkelanjutan.

    Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan krusialnya penerapan standar keselamatan secara konsisten di lingkungan pertambangan. Manajemen PT MBL menegaskan akan menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem keselamatan kerja.

    Demikian klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perusahaan.

    Reporter: M. Sarwani

  • PN Kubar Ungkap Alasan Tolak Permohonan Sita Lahan Sawit dari Penyidik Polres, Sebut Tak Penuhi Kriteria KUHAP Baru

    PN Kubar Ungkap Alasan Tolak Permohonan Sita Lahan Sawit dari Penyidik Polres, Sebut Tak Penuhi Kriteria KUHAP Baru

    JURNALIKN.COM, SENDAWAR – Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat secara transparan membeberkan alasan di balik penolakan permohonan izin penyitaan yang diajukan oleh penyidik Polres Kutai Barat. Penolakan tersebut menjadi dasar munculnya tudingan perintangan penyidikan oleh pihak pelapor, namun pengadilan menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan pertimbangan hukum yang objektif.

    Juru Bicara PN Kutai Barat, Syukur Kasih Lase, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima dan memproses surat permohonan sita dari kepolisian. Akan tetapi, setelah dilakukan penilaian mendalam oleh hakim, permohonan tersebut dinyatakan ditolak melalui penetapan resmi.

    Syukur menjelaskan bahwa alasan utama penolakan tersebut adalah karena dokumen permohonan yang diajukan dinilai tidak memenuhi kriteria dan persyaratan yang diatur dalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

    Juru Bicara PN Kutai Barat, Syukur Kasih Lase
    Juru Bicara PN Kutai Barat, Syukur Kasih Lase

    “Ada permohonan sita memang ada, untuk melakukan penyitaan terhadap objek tertentu. Namun dalam penetapan kita, kita melakukan penolakan karena permohonan tersebut dinilai tidak termasuk sebagaimana alasan-alasan yang diatur di KUHAP baru,” tegas Syukur Kasih Lase dalam wawancara dengan media ini, Senin (23/2/2026).

    Ia menambahkan bahwa pernyataan resmi mengenai penolakan tersebut sudah termuat secara terperinci dalam surat penetapan pengadilan, yang dapat dibaca dan diuji dasar hukumnya.

    Pengadilan menekankan bahwa pemberian izin atau persetujuan penyitaan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kewenangan jabatan untuk melakukan kontrol terhadap tindakan penyidik. Mekanisme ini bertujuan agar setiap tindakan paksa yang dilakukan aparat penegak hukum memiliki landasan kuat dan tidak melanggar hak asasi atau aturan prosedur.

    “Ini merupakan kewenangan jabatan Pengadilan Negeri untuk menilai apakah sebuah permohonan penyitaan memenuhi syarat untuk diberikan izin atau tidak. Ini adalah metode kontrol agar tidak terjadi kesewenang-wenangan,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, PN Kubar juga meluruskan kerancuan informasi yang berkembang mengenai jenis penyitaan. Syukur menegaskan bahwa permohonan yang diajukan Polres adalah penyitaan dalam perkara pidana, yang secara hukum sangat berbeda dengan prosedur “Sita Jaminan” yang biasanya ditemukan dalam sengketa perdata.

    Dengan dikeluarkannya penetapan penolakan ini, PN Kubar menyatakan tugas administratifnya atas permohonan tersebut telah selesai dan menyerahkan sepenuhnya langkah hukum selanjutnya kepada pihak penyidik kepolisian.

    Reporter: Sukawati. S

  • Muscab IV Hanura Kutai Barat, Marsidik Dorong Kader Rebut Kursi Ketua DPRD dan Kepala Daerah

    JURNALIKN.COM, KUTAI BARAT – Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Hanura Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi momentum konsolidasi dan penguatan target politik ke depan. Dalam sambutannya, Ketua DPD Hanura Kalimantan Timur, Marsidik, menegaskan bahwa membesarkan partai membutuhkan pengorbanan dan strategi yang tepat.

    “Kalau kita mau cinta kepada partai, harus berkorban. Karena cinta itu membutuhkan pengorbanan. Membesarkan partai itu tidak mudah,” tegasnya di hadapan kader dan pengurus berlangsung di Hotel Sidodadi Barong Tongkok Jumat (13/2/2026).

    Marsidik menyatakan, salah satu cara paling efektif membesarkan partai adalah dengan mendorong kader maju sebagai kepala daerah.

    “Kalau di daerah ini ada yang mampu jadi kepala daerah, kenapa tidak kita dorong? Membesarkan partai itu lebih gampang lewat kepala daerah daripada hanya lewat pencalegan,” ujar Marsidik.

    Ia berharap DPP membuka ruang selebar-lebarnya bagi kader potensial di kabupaten/kota untuk mendapatkan rekomendasi maju di Pilkada. Bahkan, ia menyatakan siap mendukung penuh secara moril maupun materil.

    “Kalau perlu Ketua DPC langsung ke DPP bertemu Ketua Umum, minta rekomendasi. Saya dukung, bahkan saya biayai akomodasi dan transportasinya. Ini harus kita perjuangkan,” katanya.

    Ketua DPD juga menargetkan pada periode mendatang Hanura Kutai Barat minimal meraih empat kursi DPRD.

    “Sekarang dua kursi. Kalau jadi empat, kita bicara Ketua DPRD. Habis Ketua DPRD, kita rebut lagi Bupati atau Wakil Bupati,” ucapnya optimistis.

    Rull Riskha Risandhie, Pengurus DPD Hanura Kaltim, Koordinator Cabang Kubar-Mahulu
    Rull Riskha Risandhie, Pengurus DPD Hanura Kaltim, Koordinator Cabang Kubar-Mahulu

    Menurut Marsidik, soliditas kader menjadi kunci utama. Ia mengibaratkan pengurus partai seperti tenaga penjual (sales) yang tak kenal lelah.

    “Pengurus partai itu harus seperti sales. Kalau target belum tercapai, belum berhenti. Siang malam kerja. Jangan percaya survei, yang penting kerja,” tegasnya.

    Ia juga mencontohkan dinamika politik di berbagai daerah, di mana hasil survei tidak selalu menjadi penentu kemenangan. Baginya, kerja nyata dan konsolidasi akar rumput jauh lebih menentukan.

    Marsidik mengungkapkan telah menyiapkan strategi khusus berbasis daerah pemilihan (dapil) untuk mendongkrak perolehan kursi. Ia meyakini, dengan kepemimpinan DPC yang dinilai energik dan solid, target empat kursi sangat realistis.

    “Kalau kita solid, Insyaallah dapat empat kursi. Kita punya ketua yang muda, energik, sekretaris yang lincah dan tahan banting. Saya yakin bisa,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan komitmennya membesarkan Partai Hanura bukan untuk kepentingan pribadi.

    “Saya sibuk dengan banyak usaha, tapi penghasilan saya tidak untuk saya sendiri. Saya berjuang untuk Partai Hanura. Kita akan buktikan, Hanura bisa besar di Kaltim,” tandasnya.

    Di akhir sambutan, Marsidik menegaskan tujuan utama perjuangan adalah memenangkan Partai Hanura demi kesejahteraan masyarakat.

    “Tujuan kita ke sini untuk memenangkan Partai Hanura, bukan yang lain-lain. Kalau daerah kuat, rakyat sejahtera, partai juga besar,” katanya.

    Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi membuka Muscab IV Partai Hanura Kabupaten Kutai Barat, seraya mengajak seluruh kader bergandengan tangan memenangkan Hanura pada kontestasi politik mendatang.

    Partai Hanura di Kutai Barat pun optimistis bangkit dan menatap 2029 dengan target signifikan merebut kursi pimpinan DPRD hingga posisi kepala daerah sebagai wujud nyata perjuangan hati nurani rakyat.

    Penulis: Sukawati

     

  • SMSI Kubar–Diskominfo Perkuat Kerja Sama Bangun Media Sehat dan Sejahterakan Wartawan

    Kutai Barat, Jurnalikn.com – Semangat kebersamaan dan komitmen membangun kembali kekuatan media lokal menjadi benang merah dalam upaya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjalin sinergi strategis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kubar. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan ekosistem informasi publik yang sehat dan bertanggung jawab, tetapi juga menjadi jalan kebangkitan perusahaan media serta peningkatan kesejahteraan wartawan di Kutai Barat.

    Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung pada Rabu (21/1/2026) di ruang kerja Kepala Diskominfo Kubar, Yuli Permata Mora. Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka yang sarat dengan semangat membangun dan saling menguatkan.

    Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua SMSI Kubar, Lukman Hakim Mahendra Hartono, didampingi Sekretaris SMSI Kubar, Fitra Mayca. Diskusi berlangsung konstruktif dengan fokus pada penguatan peran media siber sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyediakan informasi publik yang akurat, faktual, beretika, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

    Ketua SMSI Kubar, Lukman Hakim Mahendra Hartono, menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor antara SMSI dan Diskominfo bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menghidupkan kembali perusahaan media lokal agar tumbuh sehat, profesional, dan berkelanjutan.

    “Media yang kuat akan melahirkan wartawan yang sejahtera. Sinergi ini penting agar perusahaan pers di Kutai Barat memiliki ruang hidup, akses kolaborasi, serta dukungan yang adil, sehingga mampu meningkatkan kualitas karya jurnalistik sekaligus kesejahteraan insan pers,” ujar Lukman.

    Ia juga menekankan bahwa media siber memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial, menangkal disinformasi, serta meningkatkan literasi digital masyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Menurutnya, derasnya arus informasi keliru dapat berdampak serius jika tidak diimbangi dengan pemberitaan yang berimbang dan terverifikasi.

    Oleh karena itu, Lukman mendorong seluruh anggota SMSI Kubar untuk terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, memperketat proses verifikasi, serta aktif melakukan klarifikasi terhadap informasi yang berpotensi menyesatkan.

    Sementara itu, Kepala Diskominfo Kubar, Yuli Permata Mora, menyambut positif komitmen SMSI Kubar dan menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan media lokal.

    Ia menilai pertemuan tersebut sebagai momentum strategis untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan, tidak hanya dalam pengelolaan informasi publik, tetapi juga dalam menciptakan iklim usaha media yang sehat dan berdaya saing.

    “Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terbuka untuk berkolaborasi dengan organisasi pers. Media memiliki peran sentral dalam membentuk opini publik yang sehat, meningkatkan literasi informasi, sekaligus menjadi mitra pembangunan daerah,” ujarnya.

    Mantan Kepala BKPSDM Kubar ini menegaskan bahwa Diskominfo siap memfasilitasi sinergi yang berkelanjutan agar media lokal dapat tumbuh profesional, wartawan semakin sejahtera, dan masyarakat memperoleh informasi yang berkualitas.

    “Kami ingin kolaborasi ini benar-benar memberi dampak nyata bagi media, wartawan, dan masyarakat Kutai Barat,” pungkasnya.

    Reporter: Sukawati S

  • Berizin Resmi dan Berpengalaman, Jawara Tour Kutai Barat Buka Pendaftaran Haji dan Umrah 2026

    Jurnalikn.com, Sendawar – PT Jasa Wisata Nusantara (Jawara Tour) Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, secara resmi membuka pendaftaran calon jamaah Haji dan Umroh keberangkatan tahun 2026. Sebagai perusahaan travel ibadah yang berpengalaman dan terpercaya, Jawara Tour hadir memberikan layanan perjalanan ke Tanah Suci yang aman, nyaman, profesional, serta sesuai ketentuan pemerintah.

    Kepala Cabang Jawara Tour Kutai Barat, Alfian U. Lihawa, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pemberangkatan jamaah Umroh pada April 2026 dengan jumlah sekitar 100 orang jamaah. Target tersebut didukung oleh kesiapan manajemen, tim pendamping profesional, serta fasilitas perjalanan yang telah teruji.

    “Insya Allah, pada April 2026 kami menargetkan memberangkatkan kurang lebih 100 jamaah Umroh. Kami ingin memastikan setiap jamaah mendapatkan pelayanan terbaik agar dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang,” ujar Alfian saat ditemui di Kantor Cabang Jawara Tour, Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Sabtu (17/1/2026).

    Ia menjelaskan, hingga saat ini calon jamaah yang telah mendaftar tidak hanya berasal dari Kutai Barat, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan dan profesionalisme Jawara Tour.

    Sebagai informasi, PT Jasa Wisata Nusantara (Jawara Tour) merupakan perusahaan resmi yang bergerak di bidang travel pemberangkatan Haji dan Umroh. Berdiri sejak tahun 2010 dan berkantor pusat di Jakarta, Jawara Tour telah memberangkatkan ribuan jamaah ke Tanah Suci dengan rekam jejak pelayanan yang aman, tertib, dan memuaskan, serta didukung legalitas dan perizinan resmi dari pemerintah.

    “Kami berdiri sejak 2010 dan telah memberangkatkan ribuan jamaah Haji dan Umrah. Legalitas, izin operasional, dan sertifikasi perusahaan kami lengkap serta terdaftar secara resmi. Ini menjadi komitmen kami dalam menjaga kepercayaan jamaah,” tegas Alfian.

    Lebih lanjut, Alfian mengimbau masyarakat, khususnya calon jamaah Haji dan Umrah, agar tidak ragu mempercayakan perjalanan ibadahnya kepada Jawara Tour.

    “Kami mengajak para calon jamaah untuk segera mendaftar. Jawara Tour siap memberikan pelayanan maksimal, pendampingan ibadah yang profesional, serta perjalanan yang aman dan sesuai regulasi pemerintah,” pungkasnya.

    Untuk diketahui, biaya pendaftaran Umrah perorangan dari Kutai Barat sebesar Rp38 juta, belum termasuk biaya pembuatan paspor. Sementara itu, biaya pemberangkatan Haji menyesuaikan dengan nilai tukar dolar yang berlaku saat ini.

    Dengan pengalaman panjang, legalitas resmi, serta komitmen pelayanan terbaik, Jawara Tour optimistis terus menjadi pilihan utama masyarakat Kutai Barat dan Kalimantan Timur dalam mewujudkan niat suci beribadah ke Tanah Suci.

    Reporter: Sukawati, S

  • Perkuat Sinergi dan Kemitraan, Satreskrim Polres Kutai Barat Silaturahmi Bersama Jurnalis

    Jurnalikn.com, Sendawar – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kutai Barat (Kubar), AKP Khairul Umam S.Tr.K., S.I.K., M.H., menggelar kegiatan silaturahmi bersama awak jurnalis dari berbagai media.

    Kegiatan yang berlangsung di Kantin Polres Kubar, Rabu (14/1/2026) tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers.

    Dalam sambutannya, AKP Khairul Umam menegaskan bahwa Polres Kutai Barat dan wartawan memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

    “Saya berharap Polres Kutai Barat dan awak media dapat terus menjalin kemitraan yang baik, khususnya dalam kerja sama penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujar Umam.

    Ia juga mengajak insan pers untuk berperan aktif dalam mengedukasi publik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau mengandung unsur hoaks.

    “Terkait pemberitaan, saya berharap rekan-rekan wartawan dapat terlebih dahulu mengonfirmasi kepada Satreskrim agar informasi yang disampaikan akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pintanya.

    Menurut Umam, masih kerap ditemukan pemberitaan lama yang kembali diangkat tanpa konteks yang jelas, sehingga berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

    Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik antara kepolisian dan media menjadi sangat penting.

    Kegiatan silaturahmi tersebut ditutup dengan makan bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara Polres Kutai Barat dan insan pers ke depannya.

    Reporter: Sukawati S

  • SIJAKA Perkuat Sinergi dengan Pemkab Kutai Barat, Dukung Kebijakan Bupati Frederick Edwin demi Pembangunan Berkelanjutan

    Jurnal IKN.com, Kutai Barat – Di hadiri ratusan massa,  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan (SIJAKA) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Kamis (1/1/2026).

    Melalui Bidang Informatika dan Telekomunikasi, Suliyo menyampaikan bahwa SIJAKA merupakan organisasi paguyuban yang berperan sebagai perekat persaudaraan masyarakat keturunan Jawa di Kalimantan. Selain aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, SIJAKA menegaskan komitmennya untuk mendukung program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat di bawah kepemimpinan Bupati Frederick Edwin.

    “SIJAKA hadir untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Kami berkomitmen menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendukung langkah-langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Kutai Barat yang adil, aman, dan sejahtera,” ujar Suliyo.

    Ia menegaskan bahwa SIJAKA siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas sosial serta mengawal kebijakan pembangunan agar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Peran SIJAKA diwujudkan melalui:

    • Perekat Persaudaraan, sebagai wadah silaturahmi dan pemersatu warga Jawa di Kalimantan;
    • Kontribusi Sosial, lewat program-program kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga;
    • Simbol Harmoni, sebagai cerminan persatuan Indonesia dalam keberagaman;
    • Dukungan Pembangunan, termasuk kesiapan mendukung agenda pembangunan daerah dan nasional, seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Suliyo juga menyampaikan bahwa keberadaan SIJAKA mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Kota Samarinda. Dukungan tersebut menjadi dorongan moral bagi SIJAKA untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

    “Dukungan dari pemerintah menjadi motivasi bagi kami untuk terus sejalan dengan kebijakan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, khususnya dalam percepatan pembangunan dan menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

    Untuk periode kepengurusan 2026–2030, DPD SIJAKA Kutai Barat dipimpin oleh Eric Yudianto sebagai Ketua, Bambang sebagai Sekretaris, dan Erna Yulianti sebagai Bendahara.

    Dalam sesi dialog bersama warga, SIJAKA juga menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak parah pada ruas Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok hingga Kecamatan Sekolaq Darat. Kerusakan tersebut diduga akibat aktivitas truk pengangkut CPO dari sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit, yang dinilai mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    “Kami memahami keterbatasan pemerintah daerah, namun persoalan ini perlu segera dicarikan solusi bersama. Kami akan berkoordinasi dengan Bupati Kutai Barat, Polres, serta instansi terkait agar ada penanganan yang tegas dan berkeadilan demi keselamatan masyarakat,” tegas Suliyo.

    Penasehat SIJAKA Kutai Barat, Sony, menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung dan mengawal pembangunan daerah.

    “Kami percaya pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk merespons keluhan masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar persoalan jalan rusak ini segera ditindaklanjuti demi pemerataan pembangunan di Kutai Barat,” ujarnya.

    Menutup kegiatan, Suliyo menegaskan bahwa SIJAKA bukan organisasi politik, melainkan organisasi kemasyarakatan yang siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

    “SIJAKA siap bersinergi dan mendukung kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat demi masa depan daerah yang lebih baik, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

    Reporter: M. Syarwani

  • Dengan Rekam Jejak Gemilang, AKP Deky Resmi Pimpin Satresnarkoba Polres Kubar: Harapan Baru Warga untuk Memutus Peredaran Narkoba

    Jurnalikn.com, Sendawar – Tongkat komando Satresnarkoba Polres Kutai Barat (Kubar) resmi diserahkan kepada perwira berprestasi AKP Deky Jonathan Sasiang. Pengukuhan jabatan yang berlangsung dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mako Polres Kubar, Rabu (3/12/2025) pagi itu menjadi momentum penting bagi perjalanan penegakan hukum di wilayah Tanaa Purai Ngeriman, khususnya dalam memerangi peredaran narkotika.

    AKP Deky Jonathan Sasiang bukan nama baru dalam dunia kepolisian Kubar. Sosoknya dikenal memiliki dedikasi tinggi, disiplin, dan rekam jejak kinerja yang selalu menunjukkan hasil positif. Selama menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Kubar, Deky sukses menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat dengan berbagai inovasi pelayanan termasuk membangun kelengkapan kantor Lantas. Saat berpindah tugas sebagai Kasubbagbinops Bag Ops Polres Kubar, ia juga tercatat sebagai salah satu perwira yang mampu mengoptimalkan koordinasi operasional pada berbagai kegiatan pengamanan wilayah.

    Kini, dengan pengalaman panjang dan komitmen kuatnya, AKP Deky diberi amanah besar memimpin Satresnarkoba Polres Kubar, menggantikan AKP Muhammad Ridwan. Penunjukan ini disambut baik masyarakat yang menaruh harapan tinggi bahwa Deky dapat membawa angin segar serta memperkuat langkah kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang belakangan mengusik ketenangan warga.

    Kapolres Kutai Barat, AKBP Boney Wahyu Wicaksono, dalam amanatnya berpesan agar pejabat baru segera melakukan pemetaan wilayah, memahami karakter masyarakat, dan membangun strategi penanganan narkotika yang lebih efektif. Menurutnya, tantangan di lapangan makin kompleks dan hanya bisa dihadapi oleh personel yang memiliki integritas dan ketegasan seperti AKP Deky.

    Upacara sertijab yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Wakapolres Kompol Subari, pejabat utama Polres Kubar, para kapolsek, Danki Brimob Kompi 2 Yon B, hingga seluruh personel dan ASN Polres Kubar.

    Saat dikonfirmasi, AKP Deky Jonathan Sasiang membenarkan mutasi tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal serta mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk insan pers, untuk bersinergi dalam upaya pemberantasan narkotika di Kutai Barat.

    “Ini amanah besar. Saya mohon dukungan semua pihak agar kita dapat melindungi generasi muda Kubar dari bahaya narkoba,” ujarnya.

    Harapan masyarakat Kutai Barat semakin menguat setelah kasus peredaran narkoba yang sempat viral beberapa waktu lalu mencuri perhatian publik hingga tingkat nasional. Enam orang yang diduga terlibat kini menjalani asesmen di BNNP Kaltim, dan warga berharap kehadiran AKP Deky bisa menjadi titik balik dalam penegakan hukum kasus-kasus serupa.

    Terkait apakah pergantian Kasat Narkoba ini berkaitan dengan kasus tersebut, belum ada informasi resmi dari Polres Kubar. Namun dipastikan bahwa surat telegram mutasi telah terbit sebelum kasus viral itu mencuat.

    Dengan pengalaman, integritas, serta kerja-kerja nyata yang telah ditorehkannya, masyarakat dan jajaran Polres Kubar menaruh optimisme besar bahwa AKP Deky Jonathan Sasiang mampu memperkuat barisan penegak hukum dan mewujudkan Kutai Barat yang bebas dari ancaman narkotika.

    Reporter: Sukawati S

    Editor: Johansyah

  • Pengungkapan Sabu di Melak Ilir: Saat Warga, Polisi, dan Reformasi Bertemu di Titik yang Sama

    Jurnal IKN.com, Kutai Barat – Suasana di Jalan 17 Agustus, Kelurahan Melak Ilir, tampak tenang seperti hari-hari biasanya. Namun di balik ketenangan itu, desas-desus mulai beredar dari mulut ke mulut, ada aktivitas mencurigakan di sebuah rumah sederhana di RT 05. Warga yang resah akhirnya memberanikan diri melapor kepada pihak kepolisian. Di era ketika Polri tengah mendorong perubahan besar dan penguatan kedekatan dengan masyarakat sesuai arah reformasi Presiden Prabowo, keberanian warga seperti ini menjadi pemantik penting dalam menjaga lingkungan.

    Tidak menunggu lama, Unit Reskrim Polsek Melak bersama Ketua RT setempat bergerak menuju lokasi. Langkah-langkah itu bukan sekadar rutinitas patroli, tetapi bagian dari tekad baru aparat untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum khususnya dalam pemberantasan narkotika harus dilakukan dengan cepat, terukur, dan transparan.

    Setiba di lokasi, dua pria berinisial R dan A mendadak terlihat gelisah. Ketika polisi mendekat, mereka mencoba melarikan diri, seolah menegaskan bahwa firasat warga bukanlah sekadar kekhawatiran biasa. Upaya kabur itu gagal. Keduanya diamankan, dan dari tangan salah satunya, petugas menemukan uang tunai Rp1.750.000, yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba.

    Namun temuan alamiyah itu bukanlah yang paling mengagetkan. Sebuah dompet hitam-putih yang sempat dibuang salah satu pelaku menjadi titik krusial. Dalam suasana tegang namun tetap prosedural, Ketua RT diminta membuka dompet tersebut di hadapan petugas dan keluarga pelaku. Dari dalamnya, terbongkar 43 poket sabu dalam berbagai ukuran diam, ringkas, namun jelas mengancam masa depan generasi di Kutai Barat.

    Barang bukti lain, alat hisap sabu, plastik klip, dan telepon genggam menguatkan dugaan bahwa rumah tersebut bukan sekadar tempat singgah, melainkan bagian dari rantai kecil peredaran narkotika yang lebih luas.

    Kapolsek Melak, dalam keterangannya, menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan hanya keberhasilan operasional semata. Di tengah arahan reformasi Polri yang kini digencarkan oleh Presiden Prabowo, setiap tindakan di lapangan menjadi cerminan kualitas penegakan hukum yang ingin dibangun ulang lebih tegas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

    “Kami tidak bekerja sendiri. Keberanian masyarakat melapor adalah nyawa dari penegakan hukum. Dan itu sejalan dengan semangat transformasi Polri untuk semakin dekat dan responsif terhadap rakyat,” ujarnya.

    Pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Melak, sementara seluruh barang bukti diserahkan ke Satresnarkoba Polres Kutai Barat untuk penyidikan lebih mendalam sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penelusuran jaringan, pemetaan alur transaksi, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain menjadi fokus lanjutan kepolisian.

    Di balik seluruh proses itu, satu pesan kuat muncul, ketika masyarakat, aparat, dan reformasi institusi bergerak seirama, ruang bagi narkoba semakin sempit. Dan malam itu di Melak Ilir, harmoni itu terlihat jelas dalam langkah cepat polisi, dalam keberanian warga, dan dalam komitmen negara untuk menata kembali wajah penegakan hukum di Indonesia.

    Pewarta : Sarwani.