Jurnalikn.com, Sendawar – Di tengah riuhnya kehidupan yang tak selalu ramah, selalu ada sosok yang memilih berdiri tegak untuk sesama. Dari Kampung Kliwai, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat, lahir kisah tentang keteguhan hati dan kepedulian yang nyata. Sosok itu adalah Monika Ligit, Kepala Adat yang dikenal kuat, tegas, namun tetap hangat dalam tutur kata.
Bagi warga, Monika bukan sekadar pemimpin adat. Ia adalah penggerak harapan. Ketegasannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan setiap amanah tersampaikan dengan adil dan tepat sasaran. Di balik sikap disiplin yang melekat, tersimpan kepedulian mendalam terhadap masyarakatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Monika bersama pengurus Pemerintahan Kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) kembali menunjukkan arti nyata gotong royong. Bantuan dari para donatur disalurkan kepada warga yang membutuhkan, bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan bukti bahwa kemanusiaan masih hidup dan tumbuh.
“Kami sudah mendistribusikan bantuan dari donatur untuk membantu warga yang sangat membutuhkan,” ungkap Monika. Jumat (1/5/2026).

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa sembako seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, tetapi juga material bangunan berupa atap seng bagi rumah warga yang sudah tidak layak huni. Sebanyak 85 Kepala Keluarga menerima paket sembako lengkap serta bantuan uang tunai, tanpa memandang latar belakang semua dirangkul dalam semangat kebersamaan.
Tak berhenti di situ, dua Kepala Keluarga yang benar-benar membutuhkan juga menerima masing-masing 48 lembar seng untuk memperbaiki tempat tinggal mereka. Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi kualitas hidup mereka.

“Dalam soal bantuan, kita bukan hanya sembako tetapi juga seng untuk atap rumah warga yang sudah tidak layak huni,” tegas Monika.
Lebih dari sekadar distribusi bantuan, kegiatan ini menjadi cermin nilai luhur bahwa kepedulian tak mengenal batas, dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi kesulitan.

Seorang warga dengan penuh haru menyampaikan rasa syukurnya. Bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan tidak sendiri dalam menghadapi hidup.
“Kami sangat terbantu sekali… kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Lembaga Adat yang telah membantu kami sehingga kami tidak lagi merasa kekurangan,” ujarnya dengan wajah penuh bahagia.

Kisah Monika Ligit adalah pengingat bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada jabatan atau kekuasaan, melainkan pada keberanian untuk peduli dan bertindak. Dari Kampung Kliwai, sebuah pesan sederhana namun kuat menggema, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, akan selalu berarti besar bagi mereka yang membutuhkan.
Reporter: Rb












