Kategori: Pemerintah

  • Semarak HUT ke-81 TNI: Kodim 0912/Kubar Gelar Lomba Menyumpit, Lestarikan Olahraga Tradisional Dayak

    Semarak HUT ke-81 TNI: Kodim 0912/Kubar Gelar Lomba Menyumpit, Lestarikan Olahraga Tradisional Dayak

    KUTAI BARAT, JURNALIKN.COM – Suasana di Makodim 0912/Kutai Barat tampak meriah pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0912/Kutai Barat menggelar Lomba Menyumpit yang dipusatkan di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.

    Ajang olahraga tradisional khas masyarakat Dayak yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta melestarikan warisan budaya lokal.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Barat Eric Victory, S.Sos., M.Si., Dandim 0912/Kutai Barat Letkol Inf. Doni Fransisco, S.Sos., M.Han., Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., Kabag Ops Polres Kutai Barat Kompol Hartono, S.H., serta jajaran Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

    Dalam sambutannya, Sekda Kutai Barat Eric Victory menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kodim 0912/Kubar yang mengintegrasikan perayaan kebangsaan dengan seni budaya daerah. Menurutnya, tradisi menyumpit sarat akan nilai sejarah yang melatih ketepatan, konsentrasi, ketangkasan, dan kesabaran.

    “Kegiatan budaya seperti lomba menyumpit ini merupakan langkah konkrit untuk mempromosikan dan menjaga warisan leluhur kita, terutama agar generasi muda tidak kehilangan identitas budayanya,” ujar Eric Victory.

    Ia menambahkan, momentum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat sekaligus memperkokoh kebersamaan antara TNI dan rakyat.Sementara itu, Dandim 0912/Kutai Barat Letkol Inf. Doni Fransisco menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan prajurit dengan masyarakat setempat.

    Pemilihan lomba menyumpit bukan tanpa alasan. Menurut Letkol Doni, sumpit merupakan identitas kebudayaan Dayak yang memiliki nilai histori tinggi dan patut terus dihidupkan di tengah arus modernisasi.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi aktif dalam merawat, melestarikan, dan mengenalkan budaya lokal kepada generasi penerus. Selain melestarikan tradisi, ajang ini juga memupuk jiwa sportivitas, disiplin, dan rasa persaudaraan di antara para peserta,” tegas Dandim.

    Perlombaan berlangsung antusias dengan partisipasi peserta yang mengikuti setiap babak sesuai dengan aturan panitia. Hingga acara usai, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

    Reporter: Sukawati S

    Editor: Johansyah

  • Terima Kunjungan DPD RI, Otorita IKN Kantongi Dukungan Politik Keberlanjutan Pembangunan

    Terima Kunjungan DPD RI, Otorita IKN Kantongi Dukungan Politik Keberlanjutan Pembangunan

    NUSANTARA JURNAL IKN.COM – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan kerja Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, di Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Selasa (22/09/2026).

    Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung perkembangan fisik pembangunan ibu kota baru tersebut. Dalam sambutannya, Basuki menyambut hangat kedatangan rombongan lembaga tinggi negara tersebut dan menekankan pentingnya dukungan politik bagi masa depan IKN.

    “Selamat datang kepada Bapak Ketua DPD RI beserta para senator dan rombongan. Kehadiran lembaga tinggi negara ini sangat membahagiakan kami. Kami ingin menyampaikan kemajuan pembangunan IKN yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Ini melengkapi dukungan politis bagi keberlanjutan pembangunan IKN ke depan,” ujar Basuki.

    Dalam rombongan tersebut, hadir pula Anggota DPD RI dari pelbagai daerah pemilihan (dapil), di antaranya Yulianus Henock Sumual (Kalimantan Timur), Henock Puraro (Papua), dan Mirah Midadan Fahmid (Nusa Tenggara Barat). Sultan menyampaikan bahwa kunjungan ini dirancang khusus untuk memastikan proyek berjalan sesuai tenggat.

    “Saya bersama para anggota DPD dari Kaltim, NTB, hingga Papua melakukan kunjungan kerja ini khusus untuk melihat langsung perkembangan terkini atau progres dari ibu kota negara kita,” kata Sultan.

    Berdasarkan data Otorita IKN, pembangunan Kawasan Legislatif saat ini mencatatkan progres yang signifikan:

    • Gedung Kawasan Legislatif: Rata-rata capaian fisik bangunan mencapai 14,8%.
    • Gedung DPD RI: Secara khusus telah mencapai 14,2%.
    • Infrastruktur Jalan: Pembangunan jalan kawasan sepanjang 3,7 kilometer telah menembus 30,4%.

    Capaian tersebut menuai apresiasi dari Ketua DPD RI. Sultan mengaku terkesan dengan percepatan fisik di lapangan dan mengingatkan pentingnya menjaga tenggat waktu (timetable) agar proses pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak terkendala.

    “Saya cukup mengapresiasi dan terkejut dengan perkembangannya yang sangat progresif dan masif. Kami berharap scheduling yang sudah dibuat tetap on time, sehingga penjadwalan kepindahan ASN dari kementerian dan lembaga bisa berjalan sesuai target,” ulas Sultan.

    Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan lapangan ke sejumlah proyek strategis di KIPP Nusantara, meliputi Istana Negara, Istana Wakil Presiden, serta lokasi persil Gedung DPD RI. Melalui sinergi ini, Otorita IKN berharap dukungan kelembagaan semakin solid demi mewujudkan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

    Reporter: Sukawati S.

  • Tembus Kendala Kemarau, Kapolres dan Wabup Kubar Sukses Panen 2 Ton Jagung di Bentian Besar

    Tembus Kendala Kemarau, Kapolres dan Wabup Kubar Sukses Panen 2 Ton Jagung di Bentian Besar

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM – Polres Kutai Barat terus menunjukkan komitmen dalam mengawal program Ketahanan Pangan Nasional. Kapolres Kutai Barat, AKBP Harris Kurniawan, turun langsung menghadiri kegiatan panen jagung Kuartal III Tahun 2026 yang berlangsung di lahan seluas 2 hektare milik, Sudin, Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar, Rabu (9/9/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut berhasil memanen perkiraan hasil mencapai 2.000 kilogram (2 ton) jagung. Selain memanfaatkan lahan secara produktif, aksi lapangan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan masyarakat setempat.

    Harris, menegaskan bahwa jajarannya siap berdiri berdampingan dengan para petani untuk memastikan ketersediaan pangan daerah tetap terjaga.

    “Polres Kutai Barat beserta seluruh Polsek jajaran akan terus mendampingi dan memberi motivasi kepada para petani, baik petani mandiri maupun kelompok tani. Ini adalah komitmen nyata kami dalam menunjang program ketahanan pangan, tidak hanya skala daerah di Kabupaten Kutai Barat, tetapi juga secara nasional,” ujar Kapolres Kutai Barat, AKBP Harris Kurniawan di lokasi panen.

    Meski demikian, tantangan cuaca ekstrem tak dipungkiri turut memengaruhi optimalisasi hasil panen kali ini. Fenomena musim kemarau menjadi kendala utama yang dihadapi para petani di Bentian Besar.

    “Kondisi cuaca memang menjadi tantangan tersendiri. Musim kemarau cukup memengaruhi hasil panen kali ini, tetapi semangat para petani sangat luar biasa. Kita berdoa bersama agar curah hujan segera kembali normal sehingga proses penanaman jagung pada musim berikutnya bisa berjalan maksimal,” tambah Kapolres.

    Di tempat yang sama, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, mengapresiasi langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Polri dan para petani lokal.

    “Sinergi lintas sektor seperti inilah yang kita butuhkan. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar pemanfaatan lahan produktif di Kutai Barat semakin meluas dan kesejahteraan para petani kita terus meningkat,” puji Nanang.

    Ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh. Sudin selaku pemilik lahan. Ia merasa perhatian langsung dari jajaran Kepolisian dan Pemkab memberikan semangat baru bagi warga Kampung Suakong.

    “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Kapolres, Bapak Wakil Bupati, dan seluruh jajaran yang mau turun langsung ke ladang kami. Dukungan ini membuat kami para petani semakin bersemangat untuk terus menggarap lahan,” ungkap Sudin.

    Panen raya ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Wakapolres Kubar Kompol Subari, S.Sos., Kabag SDM Polres Kubar AKP Ahmad Said, S.Sos., Kasat Binmas Polres Kubar Iptu Samsul Hadi, Kapolsek Bentian Besar Iptu Nelson Eddy Bojoh, S.H., M.H., serta Camat Bentian Besar Rudi Hartono, S.E., M.Si.

    Turut hadir pula unsur Forkopincam Bentian Besar, personel TNI, penyuluh lapangan, perwakilan perusahaan, perangkat kampung, serta warga sekitar.

    Diketahui, suksesnya petani tersebut tak terlepas dari peranserta Polsek Bentian Besar dalam memberikan pendampingan dan penyuluhan sebagai binaan Kapolsek Bentian Besar, Iptu Nelson Eddy Bojoh, S.H., M.H

    Rangkaian acara yang diwarnai dengan kegiatan foto bersama dan ramah tamah tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 13.00 WITA.

    Reporter: Sukawati.

    Editor: Johansyah

  • Jaga Stabilitas Harga, Polres Kubar Bersama Instansi Terkait Sidak Pasar Jaras dan Meleo Baru

    Jaga Stabilitas Harga, Polres Kubar Bersama Instansi Terkait Sidak Pasar Jaras dan Meleo Baru

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM– Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat bersama sejumlah instansi terkait turun langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan sekaligus memantau perkembangan harga bahan pokok dan bahan pokok penting (Bapokting) yang menjadi kebutuhan masyarakat.

    Sidak tersebut digelar di Pasar Jaras dan Pasar Meleo Baru, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kegiatan melibatkan personel Polres Kutai Barat, Satpol PP, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindakop) Kabupaten Kutai Barat.

    Pemantauan dilakukan dengan mengecek langsung harga sejumlah komoditas, kondisi stok serta aktivitas perdagangan. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok yang berpotensi membebani masyarakat.

    Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan melalui personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemantauan pasar merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tersedia.

    “Kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan. Selain melihat perkembangan harga, kami juga memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

    Berdasarkan hasil pengecekan, secara umum harga dan ketersediaan Bapokting di dua pasar tersebut masih relatif stabil dan terkendali. Sejumlah komoditas seperti beras, cabai, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, ayam, ikan, sayuran hingga LPG masih tersedia dengan stok yang dinilai mencukupi.

    Meski demikian, petugas menemukan adanya pergerakan harga pada beberapa komoditas. Cabai merah besar tercatat sekitar Rp60.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting mencapai Rp50.000 per kilogram.

    Kenaikan juga terjadi pada kol yang berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, buncis sekitar Rp25.000 per kilogram, serta minyak goreng kemasan sekitar Rp25.000 per liter.

    Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Di antaranya beras Raja Manggis Rp410.000 per 25 kilogram, beras 3 Manggis Rp378.000 per 25 kilogram, beras Raja Ratu Rp410.000 per 25 kilogram, beras 2 Jempol Rp378.000 per 25 kilogram, serta telur bebek sekitar Rp100.000 per piring.

    Sementara itu, harga bawang merah, bawang putih, gula pasir, ayam potong ras, ayam kampung, daging sapi, berbagai jenis ikan serta LPG, baik pada tingkat agen maupun eceran, terpantau relatif stabil.

    Petugas juga memastikan sejauh ini belum ditemukan adanya kenaikan yang signifikan ataupun kelangkaan stok yang berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat.

    “Dari hasil pengecekan sementara, kondisi di pasar masih cukup terkendali. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait apabila ditemukan adanya perubahan harga maupun persoalan ketersediaan komoditas,” lanjutnya.

    Polres Kutai Barat bersama instansi terkait akan melanjutkan pemantauan secara berkala di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

    Pengawasan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan.

    Dengan pengawasan langsung di lapangan, pemerintah dan aparat berharap masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar serta ketersediaan yang memadai.

    Reporter: Sukawati

  • Api Meluas Akibat Angin Kencang, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 25 Hektare di Pepas Eheng

    Api Meluas Akibat Angin Kencang, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 25 Hektare di Pepas Eheng

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM– Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan secara terpadu di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Personel Polsek Barong Tongkok bersama BPBD Kabupaten Kutai Barat, Manggala Agni, pemerintah Kampung Pepas Eheng dan masyarakat bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di RT 01 Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (29/8/2026).

    Kebakaran tersebut diketahui menghanguskan lahan seluas kurang lebih 25 hektare yang merupakan kawasan eks PT Perusahaan Inti Sendawar (PIS), terdiri dari area perkebunan kelapa sawit dan semak belukar.

    Personel gabungan mulai melakukan pengecekan lokasi sejak pukul 09.00 WITA. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WITA, petugas masih menemukan dua titik api yang terus merambat akibat kondisi lahan yang kering serta tiupan angin yang cukup kencang.

    Melihat kondisi tersebut, personel Polsek Barong Tongkok bersama Petinggi Kampung Pepas Eheng segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kutai Barat untuk meminta bantuan tambahan armada pemadam.

    Sekitar pukul 11.00 WITA, lima unit kendaraan pemadam kebakaran milik BPBD Kutai Barat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama personel kepolisian, Manggala Agni, aparat kampung serta masyarakat.

    Dalam penanganan Karhutla tersebut, tim gabungan juga mendapat dukungan satu unit kendaraan pemadam Manggala Agni, dua unit kendaraan roda dua Manggala Agni, serta satu unit mobil pikap milik masyarakat yang digunakan untuk membawa tandon air.

    Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

    Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 15.45 WITA. BPBD Kabupaten Kutai Barat memastikan seluruh titik api yang ditemukan di lokasi telah berhasil dipadamkan.

    Kapolsek Barong Tongkok menyampaikan bahwa kondisi cuaca panas, lahan yang mengering serta tiupan angin menjadi faktor yang membuat api mudah merambat. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla.

    “Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengapresiasi respons cepat BPBD, Manggala Agni, pemerintah kampung dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan,” ujarnya.

    Ia menegaskan, pihak kepolisian bersama pemerintah kampung dan instansi terkait akan terus meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

    “Kami akan terus melakukan monitoring terhadap lokasi-lokasi rawan Karhutla serta mengaktifkan jaringan informasi masyarakat. Apabila ditemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas,” tegasnya.

    Selain melakukan pemantauan, Polsek Barong Tongkok juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

    “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi kemarau seperti saat ini membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar Karhutla tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

    Polsek Barong Tongkok bersama pemerintah Kampung Pepas Eheng dan BPBD Kabupaten Kutai Barat akan terus melakukan pengawasan di lokasi kebakaran untuk memastikan tidak muncul kembali titik api maupun kebakaran susulan.

    Reporter: Sukawati

    Editor: Johansyah

  • Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kampung Eheng, Kapolres Kutai Barat Pimpin Langsung

    Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kampung Eheng, Kapolres Kutai Barat Pimpin Langsung

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM – Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., turun langsung memimpin tim gabungan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kampung Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (28/8/2026) malam.

    Kebakaran yang diperkirakan melanda area seluas kurang lebih 100 hektare tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi meluas ke kawasan sekitarnya. Meski lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga, personel gabungan tetap dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke area lain.

    Tim Satgas Karhutla yang terlibat dalam penanganan tersebut terdiri dari personel Polres Kutai Barat, Brimob Polda Kalimantan Timur, TNI, BPBD, serta unsur terkait lainnya.

    Kegiatan pemadaman dimulai sekitar pukul 20.00 Wita dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan.
    Dari unsur Brimob Polda Kaltim, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor yang diterjunkan dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Ipda Abdullah Hadi bersama Briptu Syarwani, Bripda Naufal, Bharatu Bram, Bharada Riski dan Bripda Nalaw.

    Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 100 hektare. Material yang terbakar berupa vegetasi hutan di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

    Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh pihak. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

    “Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh unsur, baik Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah maupun masyarakat. Saat ini personel gabungan terus bekerja di lapangan untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujar AKBP Haris Kurniawan.

    Ia menegaskan, kondisi cuaca dan musim kemarau menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, langkah pencegahan harus terus dilakukan secara bersama-sama.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api yang muncul dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering. Apabila masyarakat menemukan titik api atau indikasi Karhutla, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

    Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga melaksanakan pemantauan terhadap sejumlah titik rawan guna mengantisipasi munculnya kembali bara api maupun kemungkinan meluasnya kebakaran.

    Lokasi kebakaran yang berada cukup jauh dari permukiman warga tidak mengurangi kewaspadaan tim di lapangan. Upaya pengendalian terus dilakukan untuk memastikan api dapat ditangani dan tidak mengancam kawasan lain di sekitarnya.

    Polres Kutai Barat bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla, baik melalui langkah pemadaman maupun pencegahan di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

    Kegiatan pemadaman berlangsung dengan situasi secara umum tetap terkendali dan aman. Tim gabungan selanjutnya terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul.

    Reporter: Sukawati

    Editor: Johansyah

  • Perkuat Penanganan Karhutla, Polres Kutai Barat Terima 30 Personel BKO Polda Kaltim

    Perkuat Penanganan Karhutla, Polres Kutai Barat Terima 30 Personel BKO Polda Kaltim

    KUTAI BARAT JURNAL IKN.COM — Upaya memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Barat terus dilakukan. Polres Kutai Barat mendapat tambahan 30 personel BKO dari Polda Kalimantan Timur yang akan diterjunkan untuk mempercepat respons terhadap kejadian Karhutla di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.

    Apel penerimaan personel BKO tersebut digelar di halaman lobi Mako Polres Kutai Barat, Kamis (27/8/2026).

    Sebanyak 30 personel tersebut terdiri dari personel Brimob Polda Kaltim, Sat Samapta Polda Kaltim, serta Sat Polairud Direktorat Polairud Polda Kaltim. Mereka merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang diperbantukan untuk memperkuat jajaran Polres Kutai Barat dalam menghadapi potensi Karhutla.

    Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Kaltim melalui penambahan personel tersebut.

    “Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan rekan-rekan personel BKO Polda Kaltim. Kehadiran personel ini menjadi dukungan penting bagi jajaran di lapangan dalam membantu penanganan Karhutla,” ujar Haris.

    Ia menjelaskan, 30 personel BKO tersebut nantinya dibagi dan ditempatkan di dua lokasi, yakni di Polres Kutai Barat dan Mako Brimob Yon B Kompi B Kutai Barat.

    Penempatan tersebut diharapkan dapat memperkuat mobilitas personel sekaligus mempercepat pengerahan kekuatan ketika terjadi kebakaran di wilayah yang membutuhkan penanganan segera.

    “Kehadiran personel BKO ini akan memperkuat anggota Polres Kutai Barat dalam melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan tambahan kekuatan,” jelasnya.

    Menurutnya, kecepatan dalam merespons laporan maupun temuan titik api menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah Karhutla meluas. Karena itu, tambahan personel diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan di lapangan.

     

    Dengan tambahan 30 personel tersebut, Polres Kutai Barat berharap respons dan mobilitas tim semakin cepat sehingga titik api dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar, termasuk kabut asap.

    Dalam penanganan Karhutla, Polres Kutai Barat juga terus membangun sinergi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, aparat kampung, serta masyarakat.

    Sinergi tersebut dilakukan melalui kegiatan patroli, pemantauan wilayah rawan, penanganan dan pemadaman kebakaran, hingga sosialisasi serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

    Kapolres menegaskan, keberadaan personel BKO bukan sekadar menambah jumlah kekuatan, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kecepatan respons dan efektivitas penanganan Karhutla.

    “Kami berharap selama pelaksanaan tugas dapat terjalin koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik demi optimalnya penanganan Karhutla di wilayah hukum Polres Kutai Barat,” pungkasnya.

    Reporter: Sukawati.
    Editor: Johan Syah.

  • Perkuat Pelayanan Publik, Polres Kutai Barat Resmikan Pos Unit Reaksi Cepat

    Perkuat Pelayanan Publik, Polres Kutai Barat Resmikan Pos Unit Reaksi Cepat

    KUTAI BARAT, JURNALIKN.COM – Kehadiran kepolisian yang cepat dan responsif menjadi salah satu kunci dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Untuk memperkuat pelayanan tersebut, Polres Kutai Barat resmi meresmikan Pos Unit Reaksi Cepat (URC) di kawasan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (27/8/2026).

    Pos URC ini diharapkan menjadi salah satu titik pelayanan kepolisian yang mampu mempercepat respons terhadap laporan masyarakat maupun berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan segera di lapangan. Keberadaannya sekaligus memperkuat sinergi antara personel kepolisian dengan pemerintah daerah dan unsur masyarakat.

    Peresmian yang berlangsung sekitar pukul 13.30 Wita tersebut dihadiri Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., para pejabat utama Polres Kutai Barat, Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat Yurang, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, unsur Dinas Perhubungan, Lurah Simpang Raya, Ketua RT, serta personel Unit Reaksi Cepat.

    Dalam sambutannya, Kasat Reskrim Polres Kutai Barat AKP Khairul Umam, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan pembentukan Tim dan Pos URC merupakan bagian dari upaya Polres Kutai Barat meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Tim URC berjumlah 12 personel dan dipimpin oleh Ipda I Gede Putu. Posko ini merupakan bangunan pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perhubungan,” jelasnya.

    Ia menjelaskan, Tim URC akan terintegrasi dengan layanan kepolisian 110 dan piket fungsi. Dengan pola tersebut, setiap laporan yang diterima dapat segera direspons dan dikoordinasikan dengan fungsi kepolisian terkait sesuai jenis kejadian dan kebutuhan penanganan.

    Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat Yurang mengapresiasi langkah Polres Kutai Barat menghadirkan Pos URC sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Menurutnya, keberadaan unit reaksi cepat sangat dibutuhkan mengingat luas wilayah Kabupaten Kutai Barat, kondisi geografis, serta jarak antardaerah yang menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan secara cepat.

    Yurang berharap URC dapat menjadi garda terdepan dalam merespons berbagai kejadian, mulai dari tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, kebakaran hutan dan lahan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga kondisi darurat lainnya.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kutai Barat.

    Sementara itu, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., menegaskan keberadaan Pos URC tidak boleh berhenti sebagai simbol pelayanan, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

    Kapolres meminta seluruh personel URC menjaga sikap, perilaku, serta profesionalisme ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Anggap masyarakat sebagai keluarga kita sendiri. Ketika mereka datang untuk menyampaikan permasalahan, layani dengan baik, dengarkan keluhannya, dan berikan solusi sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

    Menurut Kapolres, kecepatan respons harus menjadi ciri utama Unit Reaksi Cepat. Setiap laporan masyarakat harus diterima dan ditindaklanjuti dengan menentukan skala prioritas serta melibatkan fungsi kepolisian lainnya apabila diperlukan.

    Selain itu, Kapolres meminta agar keberadaan Pos URC disosialisasikan secara luas melalui pemerintah kelurahan, RT/RW, Bhabinkamtibmas, dan unsur terkait lainnya. Hal tersebut penting agar masyarakat mengetahui saluran pelayanan yang dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan bantuan kepolisian.

    “Jangan menunggu sampai terjadi tindak pidana atau masalah yang lebih besar. Setiap laporan masyarakat harus dilayani dengan baik. Kepercayaan masyarakat kepada Polri merupakan tanggung jawab yang harus kita jaga,” ujarnya.

    Rangkaian peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi beroperasinya Pos URC, dilanjutkan foto bersama, penutupan kegiatan, dan makan bersama.

    Pos URC Simpang Raya diharapkan mampu memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan respons cepat terhadap gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, kebakaran lahan, maupun berbagai kejadian darurat lainnya.

    Dengan terintegrasinya Pos URC dengan layanan Call Center 110 dan piket fungsi Polres Kutai Barat, pelayanan kepolisian diharapkan semakin cepat, tepat, profesional, dan humanis.

    Kegiatan peresmian berakhir sekitar pukul 14.40 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Polisi hadir, bergerak cepat, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    Reporter: Sukawati.

    Editor: Johansyah

  • Polsek Bentian Besar Pasang 20 Spanduk, Perkuat Sosialisasi Pencegahan Karhutla

    Polsek Bentian Besar Pasang 20 Spanduk, Perkuat Sosialisasi Pencegahan Karhutla

    KUTAI BARAT JURNAL IKN.COM – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Polsek Bentian Besar, Polres Kutai Barat, bersama unsur masyarakat menggencarkan sosialisasi dengan memasang puluhan spanduk imbauan di sejumlah kampung yang dinilai perlu mendapat perhatian terhadap potensi Karhutla.

    Sebanyak 20 spanduk imbauan pencegahan Karhutla dipasang di sembilan kampung di Kecamatan Bentian Besar, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin P.S. Kapolsek Bentian Besar IPTU Nelson Eddy Bojoh, S.H., M.H.

    Pemasangan spanduk menyasar sejumlah titik di Kampung Penarung, Dilang Puti, Suakong, Jelmu Sibak, Sambung, Tende, Randa Empas, hingga Kampung Tukuq yang berada di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

    Spanduk yang dipasang memuat pesan tegas “STOP MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN” serta informasi mengenai ancaman sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

    Selain pemasangan spanduk, personel Polsek Bentian Besar juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat, para petinggi kampung, serta kepala adat. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

    P.S. Kapolsek Bentian Besar IPTU Nelson Eddy Bojoh mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah kampung dan tokoh adat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya dapat merugikan masyarakat luas dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum,” ujar Nelson.

    Menurutnya, pemasangan spanduk tidak hanya bertujuan memberikan peringatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta konsekuensi hukum dari pembakaran hutan dan lahan.

    “Kami berharap imbauan ini dapat dipahami dan dipatuhi bersama. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, personel juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla.

    Polsek Bentian Besar menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan patroli, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah Kecamatan Bentian Besar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

    Reporter: Sukawati S

    Editor: Johansyah

  • Pengendara Yamaha MX King Kecelakaan Tunggal di Sendawar, Polisi Evakuasi Korban ke RSUD HIS

    Pengendara Yamaha MX King Kecelakaan Tunggal di Sendawar, Polisi Evakuasi Korban ke RSUD HIS

    KUTAI BARAT JURNALIKN.COM – Respons cepat ditunjukkan personel Polres Kutai Barat (Kubar) setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalur 2, Kampung Sendawar RT 03, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

    Laporan tersebut diterima Piket Pamapta I melalui Operator Call Center 110. Mendapat informasi itu, personel segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus melakukan penanganan awal.

    Sesampainya di lokasi, petugas mendapati seorang laki-laki tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi mengalami luka pada kaki kanan dan tangan kiri. Korban diketahui bernama Andi Saputra, yang sebelumnya mengendarai sepeda motor Yamaha MX King dari arah Barong Tongkok menuju Melak.

    Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan kecelakaan terjadi di jalan poros yang berada di Kampung Sendawar RT 03. Kondisi badan jalan saat kejadian beraspal baik dan memiliki tikungan ke kanan jika dilalui dari arah Barong Tongkok menuju Melak. Di sekitar lokasi juga tidak terdapat rambu pembatas jalan.

    Dugaan sementara, sepeda motor yang dikendarai korban mengalami oleng ketika melintasi tikungan hingga kehilangan kendali dan terjatuh. Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan membutuhkan pertolongan medis.

    Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD HIS untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut.

    Pamapta I Polres Kutai Barat IPDA Edi Yuswanto, S.H., mengatakan respons cepat personel dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian terhadap setiap laporan masyarakat, khususnya kejadian yang membutuhkan penanganan segera.

    “Begitu laporan diterima melalui Call Center 110, personel langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan penanganan awal. Korban kemudian kami evakuasi ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan medis,” ujar IPDA Edi Yuswanto.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintasi tikungan dan jalan dalam kondisi dini hari.

    “Kami mengimbau para pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum digunakan. Kehati-hatian sangat diperlukan, terlebih saat berkendara pada dini hari,” tambahnya.

    Dalam penanganan kecelakaan tersebut, personel yang diterjunkan terdiri dari Pamapta I Polres Kutai Barat IPDA Edi Yuswanto, S.H., dua personel Piket Patmor, serta empat personel Piket Lantas.

    Polres Kutai Barat menegaskan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif di lapangan.

    Berkat kesigapan personel, korban berhasil dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, situasi di sekitar lokasi kejadian setelah penanganan berlangsung aman dan kondusif.

    Reporter : Sukawati S

    Editor: Johansyah