KUTAI BARAT JURNAL IKN.COM – Di tengah kondisi kemarau dan minimnya curah hujan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Kutai Barat menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 07.00 Wita di halaman Mako Polres Kutai Barat. Shalat Istisqa diikuti Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., para pejabat utama Polres Kutai Barat, personel kepolisian, serta masyarakat sekitar.
Turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kutai Barat Drs. H. Rahmat, M.Si., para imam dan tokoh agama. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 personel Polres Kutai Barat dan 30 jemaah dari masyarakat sekitar Mako Polres.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Istisqa, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Ustadz Muhammad Arsyad serta ramah tamah.
Dalam ceramahnya, Ustaz Muhammad Arsyad mengingatkan bahwa Shalat Istisqa tidak semata-mata menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, bertaubat, bersedekah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
“Semoga melalui Shalat Istisqa dan doa yang kita panjatkan bersama, Allah SWT mengabulkan permohonan kita, memberikan hujan yang cukup dan penuh keberkahan, serta memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari mengatakan, pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau serta minimnya curah hujan yang berdampak terhadap meningkatnya potensi Karhutla.

Menurutnya, kondisi kemarau juga turut memicu munculnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Karena itu, selain berdoa, masyarakat diharapkan tetap berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap hujan segera turun membawa keberkahan, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla,” ujarnya.
Wakapolres juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian Karhutla di lingkungan sekitar.
Kegiatan Shalat Istisqa dan doa bersama berakhir sekitar pukul 07.45 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan khidmat.
Reporter: Sukawati
Editor: Johansyah







