Kutai Barat Jurnal IKN. com – Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana khidmat terasa di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Kabupaten Kutai Barat, Minggu (16/8/2026) malam.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar prosesi Menyaksikan Pelipatan Bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Saka sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.45 WITA dan dihadiri langsung Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Wakil Bupati H. Nanang Adriani, S.PKP., M.Si., Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, S.H., Sekretaris Daerah Erick Victory, S.Sos., M.Si., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut hadir Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., Dandim 0912/KBR Letkol Inf. Doni Fransisco, S.Sos., M.Han., Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mosez, S.E., para Asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat.
Prosesi diawali dengan laporan, kemudian dilanjutkan penyerahan Bendera Sang Merah Putih kepada petugas untuk menjalani proses pelipatan.
Suasana semakin khidmat ketika tiga pelajar pilihan mendapat kepercayaan melaksanakan prosesi pelipatan bendera secara simbolis sebanyak tiga kali. Mereka adalah Muhammad Fajar Dwi Saputra dari SMKN 2 Sendawar, Abid Fadil Novian dari SMAN 2 Sendawar, dan Tito Aditya Arief Wibisono dari SMAN 1 Sendawar.
Prosesi tersebut merupakan bagian penting dalam rangkaian upacara kenegaraan. Bendera Merah Putih yang telah digunakan dalam upacara kemudian dilipat dan disimpan dengan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap simbol negara.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan, prosesi pelipatan Bendera Merah Putih memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar rangkaian acara seremonial.

Menurutnya, penghormatan terhadap bendera merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai nasionalisme, patriotisme dan semangat persatuan, khususnya kepada generasi muda.
“Pelipatan bendera ini bukan sekadar seremoni. Ini bentuk penghormatan kita kepada jasa para pahlawan dan makna bendera sebagai simbol persatuan bangsa,” ujar Frederick Edwin.
Ia berharap nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sehingga semangat mempertahankan persatuan dan keutuhan bangsa tetap tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh penghormatan tersebut berakhir sekitar pukul 20.05 WITA. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib dan lancar.
Prosesi pelipatan Bendera Merah Putih menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dihargai dan diisi dengan semangat persatuan serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Reporter: Sukawati S







