Kategori: Daerah

Daerah

  • Monika Ligit, Perempuan Tangguh dari Kliwai yang Menyalakan Harapan Lewat Aksi Nyata

    Monika Ligit, Perempuan Tangguh dari Kliwai yang Menyalakan Harapan Lewat Aksi Nyata

    Jurnalikn.com, Sendawar – Di tengah riuhnya kehidupan yang tak selalu ramah, selalu ada sosok yang memilih berdiri tegak untuk sesama. Dari Kampung Kliwai, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat, lahir kisah tentang keteguhan hati dan kepedulian yang nyata. Sosok itu adalah Monika Ligit, Kepala Adat yang dikenal kuat, tegas, namun tetap hangat dalam tutur kata.

    Bagi warga, Monika bukan sekadar pemimpin adat. Ia adalah penggerak harapan. Ketegasannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan setiap amanah tersampaikan dengan adil dan tepat sasaran. Di balik sikap disiplin yang melekat, tersimpan kepedulian mendalam terhadap masyarakatnya.

    Monika bersama pengurus Pemerintahan Kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) kembali menunjukkan arti nyata gotong royong. Bantuan dari para donatur disalurkan kepada warga yang membutuhkan, bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan bukti bahwa kemanusiaan masih hidup dan tumbuh.

    “Kami sudah mendistribusikan bantuan dari donatur untuk membantu warga yang sangat membutuhkan,” ungkap Monika. Jumat (1/5/2026).

    Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa sembako seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, tetapi juga material bangunan berupa atap seng bagi rumah warga yang sudah tidak layak huni. Sebanyak 85 Kepala Keluarga menerima paket sembako lengkap serta bantuan uang tunai, tanpa memandang latar belakang semua dirangkul dalam semangat kebersamaan.

    Tak berhenti di situ, dua Kepala Keluarga yang benar-benar membutuhkan juga menerima masing-masing 48 lembar seng untuk memperbaiki tempat tinggal mereka. Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi kualitas hidup mereka.

    “Dalam soal bantuan, kita bukan hanya sembako tetapi juga seng untuk atap rumah warga yang sudah tidak layak huni,” tegas Monika.

    Lebih dari sekadar distribusi bantuan, kegiatan ini menjadi cermin nilai luhur bahwa kepedulian tak mengenal batas, dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi kesulitan.

    Seorang warga dengan penuh haru menyampaikan rasa syukurnya. Bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan tidak sendiri dalam menghadapi hidup.

    “Kami sangat terbantu sekali… kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Lembaga Adat yang telah membantu kami sehingga kami tidak lagi merasa kekurangan,” ujarnya dengan wajah penuh bahagia.

    Kisah Monika Ligit adalah pengingat bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada jabatan atau kekuasaan, melainkan pada keberanian untuk peduli dan bertindak. Dari Kampung Kliwai, sebuah pesan sederhana namun kuat menggema, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, akan selalu berarti besar bagi mereka yang membutuhkan.

    Reporter: Rb

  • Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto Pimpin Sertijab Kapolsek Sangatta Utara, IPTU Bambang Gantikan IPTU Alan Firdaus yang Geser ke Berau: Jaga Soliditas dan Tingkatkan Pelayanan

    Jurnalikan.com  KUTAI TIMUR – Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H. memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Sangatta Utara, Kamis (30/4/2026).

    Jabatan resmi diserahterimakan dari IPTU Alan Firdaus, S.H. kepada IPTU Bambang. Prosesi berlangsung khidmat di Mapolres Kutim, dihadiri pejabat utama dan personel.

     

    AKBP Fauzan menegaskan rotasi jabatan wajar di tubuh Polri sebagai pembinaan karier dan penyegaran organisasi. “Mutasi ini untuk menjaga ritme kinerja tetap optimal. Pejabat baru segera menyesuaikan diri, lanjutkan program, dan tingkatkan pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.

     

    Ia mengapresiasi dedikasi IPTU Alan Firdaus selama memimpin Polsek Sangatta Utara. IPTU Alan kini dipercaya menjabat Kapolsek Gunung Tabur, Polres Berau.

     

    “Terima kasih atas pengabdian di Kutim. Semoga pengalaman di sini jadi bekal tugas di tempat baru,” ucap Kapolres.

     

    Kepada IPTU Bambang, AKBP Fauzan berpesan cepat adaptasi dengan wilayah tugas. “Jalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Jaga kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

     

    ( Arya Rusdi)

  • Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto Pimpin Sertijab Kapolsek Sangatta Utara, IPTU Bambang Gantikan IPTU Alan Firdaus yang Geser ke Berau: Jaga Soliditas & Tingkatkan Pelayana

    Jurnalikn.com KUTAI TIMUR – Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H. memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Sangatta Utara, Kamis (30/4/2026).

    Jabatan resmi diserahterimakan dari IPTU Alan Firdaus, S.H. kepada IPTU Bambang. Prosesi berlangsung khidmat di Mapolres Kutim, dihadiri pejabat utama dan personel.

     

    AKBP Fauzan menegaskan rotasi jabatan wajar di tubuh Polri sebagai pembinaan karier dan penyegaran organisasi. “Mutasi ini untuk menjaga ritme kinerja tetap optimal. Pejabat baru segera menyesuaikan diri, lanjutkan program, dan tingkatkan pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.

     

    Ia mengapresiasi dedikasi IPTU Alan Firdaus selama memimpin Polsek Sangatta Utara. IPTU Alan kini dipercaya menjabat Kapolsek Gunung Tabur, Polres Berau.

     

    “Terima kasih atas pengabdian di Kutim. Semoga pengalaman di sini jadi bekal tugas di tempat baru,” ucap Kapolres.

     

    Kepada IPTU Bambang, AKBP Fauzan berpesan cepat adaptasi dengan wilayah tugas. “Jalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Jaga kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

     

    ( Arya Rusdi)

  • Jerit di Siang Bolong: Api Lahap 3 Rumah di Bengalon dalam 1 Jam 45 Menit

    Jurnalikn.com, BENGALON – Siang itu, Sabtu (18/4/2026), Jalan M. Yusuf RT 004 Desa Sepaso mendadak riuh. Pukul 14.15 Wita, teriakan “kebakaran!” memecah panas Bengalon.

    Hernando yang sedang di kamar kos tersentak. Ia berlari keluar dan melihat kepulan asap dari lantai dua rumah Muhayyang (59). Dalam hitungan menit, api menjilat dinding kayu. Ia buru-buru menelepon pemilik rumah sementara warga lain menghubungi damkar.

     

    “Api cepat sekali membesar karena rumah dari kayu,” kata Kapolsek Bengalon AKP Asriadi.

     

    Tak butuh waktu lama, sirine meraung. Empat unit damkar Kecamatan Bengalon meluncur, disusul dua unit dari PT Darma Henwa dan satu unit dari PT. PIK/AMM. Warga dan petugas bahu-membahu. Selang dan ember bersahutan melawan kobaran.

     

    Dua rumah lain ikut jadi korban: milik Mukransyah (55) dan Fitriani (33). Beruntung, semua penghuni sempat keluar. Tak ada nyawa melayang, tapi harta Rp200 juta hangus.

     

    Pukul 16.00 Wita, api akhirnya padam. Asap masih mengepul saat petugas melakukan pendinginan, memastikan tak ada bara tersisa.

     

    Dugaan awal: korsleting listrik di lantai dua rumah Muhayyang. “Masih kami selidiki. Olah TKP dan periksa saksi sudah dilakukan,” ujar Asriadi.

    *DATA KEBAKARAN BENGALON*

    _Sabtu, 18 April 2026_

    *Keterangan* *Detail*

    *Waktu Kejadian* Sabtu, 18 April 2026, pukul 14.15 Wita

    *Lokasi* Jl. M. Yusuf RT 004, Desa Sepaso, Kec. Bengalon, Kutai Timur

    *Objek Terbakar* 3 unit rumah warga

    *Korban*1. Muhayyang (59)

    2. Mukransyah (55)

    3. Fitriani (33)

    *Korban Jiwa* Nihil

    *Taksiran Kerugian*± Rp200 juta

    **Dugaan Penyebab* *Korsleting listrik di lantai 2 rumah Muhayyang. Masih diselidiki

    *Saksi Pertama* Hernando, mendengar teriakan warga dari dalam kamar kos

    *Unit Pemadam* 4 unit Damkar Kec. Bengalon + 2 unit PT Darma Henwa + 1 unit PT. PIK/AMM

    *Durasi Pemadaman* 14.15 – 16.00 Wita (±1 jam 45 menit)

     

  • Polres Kutim Gelar Gaktibplin, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Personel

     

     

    Jurnalikn.com  Kutim – Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme anggota, Polres Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) bagi seluruh personel dengan melibatkan fungsi Propam sebagai pelaksana utama pemeriksaan yang berlangsung di Halaman Mako Polres Kutim, Rabu (15/04/2026),

     

    Gaktibplin ini menyasar berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi pribadi, sikap tampang, hingga kesiapan personel dalam menjalankan tugas.

     

    Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan humanis, dengan tujuan memastikan setiap anggota Polri tetap menjaga standar disiplin sesuai aturan yang berlaku.

     

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa kegiatan Gaktibplin merupakan bagian penting dalam membentuk karakter personel yang profesional dan bertanggung jawab.

     

    “Disiplin adalah kunci utama dalam pelaksanaan tugas Polri. Melalui Gaktibplin ini, kami ingin memastikan seluruh personel selalu siap, baik dari segi sikap, penampilan, maupun administrasi,” ungkap AKBP Fauzan Arianto.

     

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah pengawasan internal untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat mencoreng institusi Polri.

     

    “Penegakan disiplin harus dimulai dari internal. Dengan anggota yang tertib dan disiplin, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” tambahnya.

     

    Dalam pelaksanaan Gaktibplin, petugas Propam melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan seperti KTA, SIM, STNK, serta kerapian seragam dan atribut dinas. Personel yang ditemukan belum memenuhi ketentuan diberikan teguran dan pembinaan secara langsung di tempat.

     

    Kapolres juga menekankan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga marwah institusi.

     

    “Kami ingin membangun budaya disiplin yang kuat di lingkungan Polres Kutim. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

     

    Dengan adanya kegiatan Gaktibplin ini, diharapkan seluruh personel Polres Kutai Timur semakin meningkatkan kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

  • Kaltim Memanas, Aliansi Serukan Aksi Besar dan Layangkan Surat Terbuka ke Presiden

    JURNAL IKN.COM, Samarinda – Dinamika politik di Kalimantan Timur kian memanas. Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur secara resmi melayangkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia di Jakarta, sekaligus menyerukan aksi terbuka yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.

    Langkah ini disebut sebagai bentuk peringatan serius atas kondisi demokrasi dan etika publik di Kalimantan Timur, yang kini menjadi sorotan nasional seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Dalam suratnya, aliansi menilai Kalimantan Timur tengah berada dalam bayang-bayang praktik kekuasaan yang mengarah pada neofeodalisme. Mereka menyoroti dugaan pemusatan kekuasaan dalam lingkaran keluarga tertentu yang dinilai berpotensi melanggengkan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) secara sistematis.

    Aliansi kemudian memaparkan sejumlah poin krusial yang menjadi keresahan publik.

    Pertama, mereka mendesak pertanggungjawaban moral dan politik dari para ketua umum partai politik yang memberikan rekomendasi kepada pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Keputusan tersebut dinilai mengabaikan rekam jejak serta etika kepemimpinan, sekaligus memperkuat dugaan menguatnya dinasti politik di Kalimantan Timur. Partai politik, tegas mereka, seharusnya berfungsi sebagai penyaring moral, bukan alat legitimasi kekuasaan kelompok tertentu.

    Kedua, aliansi mengkritik gaya kepemimpinan sejumlah pejabat publik yang dinilai feodal dan tidak mencerminkan nilai budaya bangsa. Sorotan diarahkan pada perilaku elitis, kecenderungan pamer kemewahan, serta simbol-simbol yang dianggap menjauh dari jati diri pemimpin Indonesia. Sikap tersebut dinilai melukai rasa keadilan masyarakat dan mengikis nilai kesederhanaan serta kearifan lokal.

    Ketiga, perhatian juga tertuju pada penggunaan anggaran daerah, khususnya pembentukan Tim Ahli Gubernur yang disebut menelan biaya lebih dari Rp10 miliar. Aliansi mempertanyakan urgensi, transparansi, dan efektivitas anggaran tersebut, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat pada sektor infrastruktur dan pendidikan.

    Keempat, mereka menilai terjadi kemunduran dalam sistem meritokrasi. Dominasi satu keluarga dalam berbagai posisi strategis, baik di eksekutif maupun legislatif, dianggap berpotensi mematikan peluang generasi terbaik daerah serta melemahkan fungsi pengawasan pemerintahan.

    Melalui surat tersebut, aliansi juga menyampaikan sejumlah permohonan kepada Presiden, antara lain evaluasi khusus terhadap tata kelola pemerintahan daerah, teguran terhadap pejabat dengan gaya hidup berlebihan, serta audit menyeluruh terhadap anggaran Tim Ahli oleh lembaga terkait seperti BPK dan KPK.

    Aliansi menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai wajah masa depan Indonesia dengan hadirnya IKN. Karena itu, mereka meminta pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap persoalan yang dinilai dapat merusak kualitas demokrasi di daerah.

    Tak hanya melalui surat terbuka, aliansi juga mengajak masyarakat untuk turun langsung menyuarakan aspirasi melalui aksi terbuka.

    Aksi tersebut dijadwalkan sebagai berikut:

    • Tanggal: 21 April 2026
    • Waktu: Pukul 09.00 WITA
    • Titik kumpul: Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Dalam seruannya, aliansi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu.

    “Mari kita lawan perusak Kaltim dengan kita bersatu,” demikian bunyi ajakan tersebut.

    Aksi ini akan dikoordinatori oleh Erly Sopiansyah sebagai koordinator lapangan, dengan Sapta Guspiani, SH sebagai sekretaris.

    Aliansi menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Kalimantan Timur agar tetap berpijak pada prinsip transparansi, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.

    “Kami tidak ingin Kaltim menjadi milik segelintir orang. Kami ingin Kaltim tetap menjadi milik rakyat,” tegas pernyataan dalam surat terbuka tersebut.

    Dengan adanya seruan aksi ini, tensi politik di Kalimantan Timur diperkirakan akan terus meningkat, seiring meluasnya perhatian publik terhadap tata kelola pemerintahan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.

    Reporter: Sukawati S

  • Infrastruktur Negara Dijarah, Jembatan Kelian Dalam Akses Kubar-Mahulu di Ambang Ambruk! Siapa Bertanggungjawab?

    JURNAL IKN.COM, SENDAWAR – Kasus pencurian kerangka besi baja pada Jembatan Kelian Dalam, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menjadi sorotan serius. Peristiwa ini tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar terkait lemahnya pengawasan aset infrastruktur publik.

    Jembatan yang menjadi akses vital penghubung Kabupaten Kutai Barat dengan Mahakam Ulu itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah bagian penting, terutama kerangka besi bagian atas, dilaporkan hilang akibat dicuri secara bertahap oleh pihak tak bertanggung jawab.

    Akibatnya, struktur jembatan melemah dan berpotensi membahayakan masyarakat. Warga bahkan merasakan getaran saat melintasi jembatan, indikasi kuat adanya kerusakan serius pada konstruksi.

    Kasi Kesejahteraan Kampung Kelian Dalam, Udin, menyebutkan, mereka itu melakukannya secara bertahap dan sekitar dua bulan lalu.

    “Kerangka jembatan sudah hilang sekitar dua bulan lalu,” ujar Udin Kamis (2/4/2026).

    Menurutnya, pencurian tidak terjadi sekaligus, melainkan dilakukan sedikit demi sedikit sejak Februari 2026. Selain kerangka besi, baut-baut pengikat serta sebagian lantai jembatan juga ikut dibongkar.

    “Ini jelas dilakukan berulang kali. Artinya ada kelalaian dalam pengawasan. Tidak mungkin aktivitas seperti ini tidak terdeteksi jika ada kontrol yang baik,” tegasnya.

    Warga kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas. Mereka meminta Polres Kutai Barat tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga mengusut kemungkinan adanya jaringan atau penadah besi hasil curian.

    “Kami minta polisi segera menangkap pencurinya dan menelusuri ke mana besi itu dijual. Ini harus diusut tuntas,” tambah Udin.

    Selain itu, masyarakat juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan pengawasan infrastruktur publik, khususnya jembatan strategis yang menjadi urat nadi mobilitas antarwilayah.

    Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur melalui pejabatnya, Wawan, membenarkan adanya kehilangan bagian kerangka jembatan tersebut. Ia menyatakan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada Polres Kutai Barat untuk ditindaklanjuti.

    Kasus ini dinilai tidak bisa dipandang sebagai pencurian biasa, melainkan kejahatan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik. Aparat diharapkan segera mengambil langkah hukum tegas, sekaligus memperkuat pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

    Reporter: Sukawati S

    Editor: Johansyah

  • Dua Pekerja Tewas di Jalur Hauling, PT MBL Sampaikan Klarifikasi Resmi.Wesly: Kami Akan Penuhi Hak-hak Korban

    KUTAI BARAT, JURNALIKN.COM – Sehubungan dengan pemberitaan terkait insiden kecelakaan kerja (fatality) di area operasional PT Manoor Bulant Lestari (MBL), manajemen perusahaan menyampaikan klarifikasi resmi.

    Kecelakaan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 17.20 WITA di jalur angkut (hauling) batubara Kilometer 35. Insiden melibatkan unit dump truck milik kontraktor, di mana kendaraan yang dikemudikan korban menabrak bagian belakang unit di depannya.

    Akibat kejadian tersebut, dua pekerja yang berada di dalam unit mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia. Keduanya sempat dievakuasi ke Klinik Lambing, Kecamatan Muara Lawa, menggunakan ambulans pada pukul 18.15 WITA untuk penanganan lebih lanjut.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Manoor Bulant Lestari, Wesly Siregar, S.T., M.T., menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut.

    “Perusahaan menyampaikan duka cita yang mendalam atas kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya dua orang pekerja. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh hak-hak korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wesly, Minggu (29/3/2026).

    Sebagai langkah tanggap darurat dan tindak lanjut, perusahaan telah mengambil sejumlah tindakan, antara lain:

    • Mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi
    • Menghentikan sementara aktivitas hauling dari pit menuju pelabuhan
    • Melaporkan kejadian kepada Kepala Inspektur Tambang serta berkoordinasi dengan pihak berwenang

    Manajemen menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas utama dalam seluruh operasional perusahaan.

    “Insiden ini menjadi perhatian serius bagi kami. Perusahaan akan melakukan investigasi menyeluruh serta evaluasi total terhadap sistem K3, termasuk pengawasan operasional, kondisi jalan hauling, dan pengendalian risiko di lapangan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, perusahaan berkomitmen untuk memperkuat implementasi standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa.

    “Ke depan, kami akan meningkatkan pengawasan, memperkuat standar keselamatan, serta melaksanakan pelatihan ulang bagi seluruh pekerja dan kontraktor,” tegas Wesly.

    Adapun langkah lanjutan yang akan dilakukan perusahaan meliputi:

    • Investigasi internal secara komprehensif
    • Evaluasi dan penguatan sistem manajemen K3
    • Peningkatan pengendalian kondisi jalan hauling dan lalu lintas tambang
    • Pelaksanaan pelatihan ulang (refresh training)
    • Penguatan kesiapsiagaan tim tanggap darurat (ERT)

    Terkait tanggung jawab terhadap korban, perusahaan memastikan:

    • Pemberian santunan kepada keluarga korban
    • Pemenuhan seluruh hak normatif pekerja
    • Penanggungan biaya evakuasi, pemulangan, hingga pemakaman
    • Pendampingan kepada keluarga korban

    Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dengan pihak berwenang, termasuk Kementerian ESDM dan Inspektur Tambang, dalam proses investigasi guna menjamin transparansi dan perbaikan berkelanjutan.

    Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan krusialnya penerapan standar keselamatan secara konsisten di lingkungan pertambangan. Manajemen PT MBL menegaskan akan menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem keselamatan kerja.

    Demikian klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perusahaan.

    Reporter: M. Sarwani

  • PN Kubar Ungkap Alasan Tolak Permohonan Sita Lahan Sawit dari Penyidik Polres, Sebut Tak Penuhi Kriteria KUHAP Baru

    PN Kubar Ungkap Alasan Tolak Permohonan Sita Lahan Sawit dari Penyidik Polres, Sebut Tak Penuhi Kriteria KUHAP Baru

    JURNALIKN.COM, SENDAWAR – Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat secara transparan membeberkan alasan di balik penolakan permohonan izin penyitaan yang diajukan oleh penyidik Polres Kutai Barat. Penolakan tersebut menjadi dasar munculnya tudingan perintangan penyidikan oleh pihak pelapor, namun pengadilan menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan pertimbangan hukum yang objektif.

    Juru Bicara PN Kutai Barat, Syukur Kasih Lase, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima dan memproses surat permohonan sita dari kepolisian. Akan tetapi, setelah dilakukan penilaian mendalam oleh hakim, permohonan tersebut dinyatakan ditolak melalui penetapan resmi.

    Syukur menjelaskan bahwa alasan utama penolakan tersebut adalah karena dokumen permohonan yang diajukan dinilai tidak memenuhi kriteria dan persyaratan yang diatur dalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

    Juru Bicara PN Kutai Barat, Syukur Kasih Lase
    Juru Bicara PN Kutai Barat, Syukur Kasih Lase

    “Ada permohonan sita memang ada, untuk melakukan penyitaan terhadap objek tertentu. Namun dalam penetapan kita, kita melakukan penolakan karena permohonan tersebut dinilai tidak termasuk sebagaimana alasan-alasan yang diatur di KUHAP baru,” tegas Syukur Kasih Lase dalam wawancara dengan media ini, Senin (23/2/2026).

    Ia menambahkan bahwa pernyataan resmi mengenai penolakan tersebut sudah termuat secara terperinci dalam surat penetapan pengadilan, yang dapat dibaca dan diuji dasar hukumnya.

    Pengadilan menekankan bahwa pemberian izin atau persetujuan penyitaan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kewenangan jabatan untuk melakukan kontrol terhadap tindakan penyidik. Mekanisme ini bertujuan agar setiap tindakan paksa yang dilakukan aparat penegak hukum memiliki landasan kuat dan tidak melanggar hak asasi atau aturan prosedur.

    “Ini merupakan kewenangan jabatan Pengadilan Negeri untuk menilai apakah sebuah permohonan penyitaan memenuhi syarat untuk diberikan izin atau tidak. Ini adalah metode kontrol agar tidak terjadi kesewenang-wenangan,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, PN Kubar juga meluruskan kerancuan informasi yang berkembang mengenai jenis penyitaan. Syukur menegaskan bahwa permohonan yang diajukan Polres adalah penyitaan dalam perkara pidana, yang secara hukum sangat berbeda dengan prosedur “Sita Jaminan” yang biasanya ditemukan dalam sengketa perdata.

    Dengan dikeluarkannya penetapan penolakan ini, PN Kubar menyatakan tugas administratifnya atas permohonan tersebut telah selesai dan menyerahkan sepenuhnya langkah hukum selanjutnya kepada pihak penyidik kepolisian.

    Reporter: Sukawati. S

  • Muscab IV Hanura Kutai Barat, Marsidik Dorong Kader Rebut Kursi Ketua DPRD dan Kepala Daerah

    JURNALIKN.COM, KUTAI BARAT – Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Hanura Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi momentum konsolidasi dan penguatan target politik ke depan. Dalam sambutannya, Ketua DPD Hanura Kalimantan Timur, Marsidik, menegaskan bahwa membesarkan partai membutuhkan pengorbanan dan strategi yang tepat.

    “Kalau kita mau cinta kepada partai, harus berkorban. Karena cinta itu membutuhkan pengorbanan. Membesarkan partai itu tidak mudah,” tegasnya di hadapan kader dan pengurus berlangsung di Hotel Sidodadi Barong Tongkok Jumat (13/2/2026).

    Marsidik menyatakan, salah satu cara paling efektif membesarkan partai adalah dengan mendorong kader maju sebagai kepala daerah.

    “Kalau di daerah ini ada yang mampu jadi kepala daerah, kenapa tidak kita dorong? Membesarkan partai itu lebih gampang lewat kepala daerah daripada hanya lewat pencalegan,” ujar Marsidik.

    Ia berharap DPP membuka ruang selebar-lebarnya bagi kader potensial di kabupaten/kota untuk mendapatkan rekomendasi maju di Pilkada. Bahkan, ia menyatakan siap mendukung penuh secara moril maupun materil.

    “Kalau perlu Ketua DPC langsung ke DPP bertemu Ketua Umum, minta rekomendasi. Saya dukung, bahkan saya biayai akomodasi dan transportasinya. Ini harus kita perjuangkan,” katanya.

    Ketua DPD juga menargetkan pada periode mendatang Hanura Kutai Barat minimal meraih empat kursi DPRD.

    “Sekarang dua kursi. Kalau jadi empat, kita bicara Ketua DPRD. Habis Ketua DPRD, kita rebut lagi Bupati atau Wakil Bupati,” ucapnya optimistis.

    Rull Riskha Risandhie, Pengurus DPD Hanura Kaltim, Koordinator Cabang Kubar-Mahulu
    Rull Riskha Risandhie, Pengurus DPD Hanura Kaltim, Koordinator Cabang Kubar-Mahulu

    Menurut Marsidik, soliditas kader menjadi kunci utama. Ia mengibaratkan pengurus partai seperti tenaga penjual (sales) yang tak kenal lelah.

    “Pengurus partai itu harus seperti sales. Kalau target belum tercapai, belum berhenti. Siang malam kerja. Jangan percaya survei, yang penting kerja,” tegasnya.

    Ia juga mencontohkan dinamika politik di berbagai daerah, di mana hasil survei tidak selalu menjadi penentu kemenangan. Baginya, kerja nyata dan konsolidasi akar rumput jauh lebih menentukan.

    Marsidik mengungkapkan telah menyiapkan strategi khusus berbasis daerah pemilihan (dapil) untuk mendongkrak perolehan kursi. Ia meyakini, dengan kepemimpinan DPC yang dinilai energik dan solid, target empat kursi sangat realistis.

    “Kalau kita solid, Insyaallah dapat empat kursi. Kita punya ketua yang muda, energik, sekretaris yang lincah dan tahan banting. Saya yakin bisa,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan komitmennya membesarkan Partai Hanura bukan untuk kepentingan pribadi.

    “Saya sibuk dengan banyak usaha, tapi penghasilan saya tidak untuk saya sendiri. Saya berjuang untuk Partai Hanura. Kita akan buktikan, Hanura bisa besar di Kaltim,” tandasnya.

    Di akhir sambutan, Marsidik menegaskan tujuan utama perjuangan adalah memenangkan Partai Hanura demi kesejahteraan masyarakat.

    “Tujuan kita ke sini untuk memenangkan Partai Hanura, bukan yang lain-lain. Kalau daerah kuat, rakyat sejahtera, partai juga besar,” katanya.

    Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi membuka Muscab IV Partai Hanura Kabupaten Kutai Barat, seraya mengajak seluruh kader bergandengan tangan memenangkan Hanura pada kontestasi politik mendatang.

    Partai Hanura di Kutai Barat pun optimistis bangkit dan menatap 2029 dengan target signifikan merebut kursi pimpinan DPRD hingga posisi kepala daerah sebagai wujud nyata perjuangan hati nurani rakyat.

    Penulis: Sukawati