Kutai Barat-Jurnalikn.com – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhirussanah Siswa-Siswi Kelas IX Angkatan XIV SMP Integral Hidayatullah Melak, Kabupaten Kutai Barat, Tahun Pelajaran 2025/2026. Momentum pelepasan para siswa yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun itu berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri para guru, tokoh pendidikan, pengurus yayasan, wali murid, serta tamu undangan dari Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Melak tersebut tidak hanya menjadi seremoni kelulusan biasa. Lebih dari itu, acara ini menjadi simbol lahirnya generasi muda Qurani yang diharapkan mampu menjaga akhlak, ilmu, dan nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Mustaqim Tusiek, dilanjutkan doa bersama serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Hidayatullah. Nuansa religius terasa kuat sejak awal kegiatan. Para orang tua tampak haru menyaksikan putra-putri mereka mengenakan atribut kelulusan setelah melewati proses pendidikan dan pembinaan selama tiga tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembawa acara Yahya Thohir kemudian membacakan susunan kegiatan Haflah Akhirussanah yang meliputi sambutan-sambutan, penampilan siswa, penyematan tanda kelulusan, penyerahan penghargaan bagi siswa berprestasi, hingga sesi kesan dan pesan.
Sorotan utama dalam kegiatan ini tertuju pada pesan mendalam yang disampaikan Kepala SMP Integral Hidayatullah Melak, Ustaz Nasirul Haq, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa akhirussanah bukan sekadar acara pelepasan siswa, tetapi menjadi titik awal perjalanan kehidupan yang lebih besar bagi para santri.
Menurutnya, pendidikan di SMP Integral Hidayatullah tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter Islami dan pembiasaan ibadah sehari-hari.
“Hari ini memang menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak kita. Namun akhirussanah ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum ketika anak-anak dipersiapkan menghadapi jenjang kehidupan yang lebih serius. Selama tiga tahun mereka dibina bukan hanya soal pelajaran sekolah, tetapi bagaimana menjaga akhlak, menjaga salat, menjaga hafalan Al-Qur’an, dan menjadi pribadi yang saleh serta bermanfaat bagi masyarakat.”
Ia juga mengingatkan bahwa status alumni bukan berarti selesai menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan pesantren.

“Ketika mereka meninggalkan sekolah ini, mereka tetap membawa amanah besar sebagai seorang santri. Kami berharap anak-anak tetap menjaga nilai Islam di mana pun berada. Karena tujuan pendidikan di SMP Integral Hidayatullah bukan hanya mencetak siswa pintar, tetapi juga generasi berakhlak Qurani.” Sabtu (23/5/2026).
Sambutan tersebut disambut tepuk tangan para wali murid yang tampak terharu mendengar pesan penuh makna dari pihak sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat, Pandu, memberikan apresiasi atas kontribusi SMP Integral Hidayatullah dalam membangun generasi muda yang religius dan berprestasi.
“Kami sangat mengapresiasi lembaga pendidikan seperti SMP Integral Hidayatullah yang mampu mengintegrasikan pendidikan umum dengan pembinaan keagamaan. Prestasi tahfiz yang ditunjukkan para siswa hari ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dan pendidikan Qurani dapat berjalan beriringan.”
Ia berharap para lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan.
“Anak-anak ini adalah aset daerah dan aset umat. Kami berharap mereka menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Kutai Barat di masa depan.”
Sementara itu, Pengawas SMP Kabupaten Kutai Barat, Budi, yang mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat, menilai konsep pendidikan terpadu seperti yang diterapkan SMP Integral Hidayatullah sangat relevan dengan kebutuhan zaman saat ini.
“Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, pendidikan karakter menjadi sangat penting. SMP Integral Hidayatullah telah menunjukkan bahwa prestasi akademik bisa berjalan seiring dengan pembentukan moral dan spiritual siswa. Ini menjadi contoh baik bagi dunia pendidikan di Kutai Barat.”
Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk pribadi siswa yang disiplin, santun, dan memiliki tanggung jawab sosial.
Puncak acara berlangsung saat penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di bidang akademik maupun tahfiz Al-Qur’an. Satu per satu nama siswa dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh jajaran yayasan dan tamu undangan.
Penghargaan tahfiz 3 juz diberikan kepada:
- Aulia Istari
- Raya Adiatul Ulya
- Zaskia Nurul Ainun
- Zahira
- Fionalita Weni
Sementara penghargaan hafalan 4 juz diraih oleh:
- Aulia Istari
- Zahira
Adapun capaian luar biasa dalam bidang tahfiz berhasil diraih oleh Ananda Muhammad Faid Almultazam yang menyelesaikan hafalan sebanyak 13 juz Al-Qur’an.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Tahfizul Quran Imam Syafi’i, Ustaz Abdan Karimullah, S.Kom., didampingi Kepala Sekolah SMP Integral Hidayatullah Melak.
Tak hanya bidang keagamaan, penghargaan akademik juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Prestasi akademik terbaik diraih oleh:
Terbaik III: Zaki Waldan Falah dengan nilai rata-rata 83,1
Terbaik II: Permata Anugerah Ramadan Johan dengan nilai rata-rata 83,8
Terbaik I: Zahira dengan nilai rata-rata 84,2

Ketika nama Ananda Zahira diumumkan sebagai peraih nilai terbaik pertama, suasana ruangan dipenuhi tepuk tangan meriah dari para hadirin. Orang tua siswa tampak bangga menyaksikan pencapaian putri mereka.
Momentum haru semakin terasa saat sesi kesan dan pesan dari perwakilan orang tua siswa. Dalam sambutannya, Ibu Dayang Astieni, orang tua dari Muhammad Rasya Islami, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh guru dan pengasuh pondok.
“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur karena anak-anak kami dibina dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Kami melihat perubahan besar pada anak-anak, baik dari sisi akhlak, kedisiplinan, maupun ibadahnya. Terima kasih kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendidik mereka selama tiga tahun ini.”
Ia mengaku bangga melihat perkembangan anak-anak yang kini lebih mandiri dan memiliki pemahaman agama yang lebih baik.
“Kami berharap silaturahmi antara orang tua dan pihak sekolah tetap terjalin meskipun anak-anak sudah lulus.”
Sementara itu, perwakilan siswa Angkatan XIV juga menyampaikan rasa haru dan ucapan terima kasih kepada para guru yang selama ini membimbing mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendidik kami dengan penuh keikhlasan. Banyak pelajaran hidup yang kami dapatkan di sini, bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga hafalan Al-Qur’an.”
Ia juga mengungkapkan rasa sedih karena harus berpisah dengan teman-teman dan para guru yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Tiga tahun di SMP Integral Hidayatullah menjadi pengalaman yang tidak akan kami lupakan. Kami berharap bisa membawa nama baik sekolah di mana pun kami melanjutkan pendidikan nanti.”
Acara Haflah Akhirussanah Angkatan XIV SMP Integral Hidayatullah Melak kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh siswa, guru, serta wali murid. Tangis haru tampak pecah ketika para siswa bersalaman dengan guru-guru mereka.
Momentum ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren dan karakter Islami masih menjadi harapan besar dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam moral dan spiritual.
Di tengah derasnya arus modernisasi, SMP Integral Hidayatullah Kutai Barat hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai tempat menempa generasi Qurani yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu, akhlak, dan keimanan.
Reporter: Sukawati S
Editor: Johansyah












